
Metromilenial online.com, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) bakal menggelar KKN Expo pada 2-3 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai karya dan produk unggulan yang dihasilkan selama melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sejumlah desa di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026 di Kantor Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Jumat (28/8/2026).
FGD tersebut mengusung tema “Hilirisasi Produk Teknologi Aplikasi Siberas sebagai Platform Digital Governance Pemerintah Desa dan BUMDes yang Siap Operasional”. Kegiatan itu sekaligus dirangkaikan dengan seminar hasil mahasiswa KKN UMS Rappang di Desa Kalosi Alau.
Dr. Ahmad mengatakan KKN Expo merupakan agenda tahunan UMS Rappang. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa bersama pemerintah desa dapat menampilkan berbagai hasil program kerja maupun produk yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN.
“Kami sampaikan tanggal 2 dan 3 September di kampus ada Expo KKN. Tiap tahun kita laksanakan. Jadi semua karya-karya di desa bisa dipromosikan, bisa ditampilkan di stan expo selama dua hari,” kata Dr. Ahmad.
Menurutnya, KKN Expo tidak hanya menjadi ruang pameran, tetapi juga berpotensi menjadi tempat pemasaran produk unggulan desa. Ia berkaca pada pelaksanaan tahun sebelumnya, ketika sejumlah desa mampu memperoleh omzet dari penjualan produk selama kegiatan berlangsung.
“Pengalaman kami tahun lalu, ada desa yang menjual produk dari desanya, bahkan air minuman dan lain sebagainya. Jutaan bisa didapat dalam dua hari,” ujarnya.
Dr. Ahmad Mustanir mengajak pemerintah desa dan mahasiswa KKN memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membawa produk khas maupun karya yang memiliki potensi untuk dipromosikan.
“Kalau ada produk yang mau disampaikan atau dijual di sana, silakan. Atau ada ciri khas tertentu, karya-karya di desa, apalagi saya tahu persis desa ini terkenal dengan pelayanan yang berbasis sampah plastik. Kalau ada yang bisa ditampilkan di pameran, nanti supaya semua posko dari 40 desa di Sidrap bisa melihat,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat Kabupaten Sidrap juga akan diundang untuk hadir dalam KKN Expo tersebut. Karena itu, pemerintah desa diharapkan dapat bekerja sama dengan mahasiswa untuk memaksimalkan momentum tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dr, Ahmad Mustanir mengapresiasi mahasiswa KKN yang dinilai aktif menjalankan berbagai program di desa.
Ia mengatakan program kerja mahasiswa yang awalnya hanya beberapa kegiatan berkembang selama pelaksanaan KKN. Selain program utama, mahasiswa juga turut mendampingi pemerintah desa dan sekolah dalam berbagai kegiatan, termasuk rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Saya terus terang ucapkan terima kasih, apresiasi juga kepada adik-adik mahasiswa semua. Ini luar biasa banyak programnya. Di awal mereka ada yang hanya enam atau tujuh program, tetapi dalam proses berjalan bertambah program kerjanya,” ungkapnya.
Ahmad berharap berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama berada di Desa Kalosi Alau dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan apa yang mereka lakukan, yang mereka berikan di desa ini dapat memberikan kemanfaatan kepada masyarakat desa,” harapnya.
Ia juga berharap Desa Kalosi Alau tetap menjadi salah satu desa binaan UMS Rappang pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan Desa Kalosi Alau tetap menjadi desa binaan kita untuk tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar