Desanya Juara 1 Sulsel, Kades Kalosi Alau Terharu Kenang Pendampingan UMS Rappang

waktu baca 4 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 04:06 0 24 Bahri Layya

Metromilenial online.com, SIDRAP — Kepala Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Apris, S.I.P., nyaris meneteskan air mata saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026.

Momen haru itu terjadi saat Andi Apris menyampaikan apresiasi atas dukungan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terhadap pengembangan pelayanan dan tata kelola pemerintahan di desanya. Selain Kades, beberapa warga yang hadir juga tak kuasa menahan air matanya.

FGD tersebut digelar di Desa Kalosi Alau, Jumat (28/8/2026), dengan mengusung tema “Hilirisasi Produk Teknologi Aplikasi Siberas sebagai Platform Digital Governance Pemerintah Desa dan BUMDes yang Siap Operasional”.
Andi Apris mengungkapkan, pendampingan UMS Rappang turut membantu Desa Kalosi Alau dalam menghadapi berbagai tahapan penilaian lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Berkat berbagai inovasi dan pendampingan tersebut, Desa Kalosi Alau berhasil meraih Juara I Desa Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Desa tersebut selanjutnya akan mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional.
“Pendampingan ini sangat membantu kami dalam menghadapi tahapan-tahapan penilaian lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Alhamdulillah, kami mendapatkan nilai terbaik dan menjadi juara pertama,” kata Andi Apris dalam sambutannya.

Ia menyebut dukungan mahasiswa dan tim pendamping dari perguruan tinggi menjadi salah satu bagian penting dalam proses persiapan menghadapi penilaian lomba desa.
Menurutnya, mahasiswa yang ditempatkan di Desa Kalosi Alau tidak hanya membantu kegiatan administratif, tetapi juga memberikan pendampingan dalam pengembangan berbagai inovasi pelayanan masyarakat.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada UMS Rappang beserta jajaran dan mahasiswa. Kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.

Andi Apris mengatakan Desa Kalosi Alau sebelumnya telah menampilkan sejumlah inovasi dalam penilaian lomba desa. Salah satunya adalah aplikasi Siberas yang nantinya akan dikembangkan melalui program hilirisasi riset UMS Rappang.
Selain Siberas, terdapat sejumlah inovasi lain yang diperkenalkan Desa Kalosi Alau. Ia menilai keberadaan Siberas memberikan manfaat bagi pemerintah desa dan masyarakat karena dapat membantu menyediakan data warga secara lebih cepat dan terintegrasi.
“Kalau masyarakat datang ke desa dan tidak membawa data, kami sudah bisa membuka datanya melalui aplikasi Siberas. Jadi kami tidak susah-susah lagi mencari data,” jelasnya.

Meski memberikan banyak manfaat, Andi Apris mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam implementasi Siberas.
Salah satunya adalah pembaruan data dan informasi pada laman aplikasi. Menurutnya, beberapa informasi masih perlu diperbarui agar platform tersebut dapat digunakan secara optimal.

Karena itu, ia menyambut baik rencana pendampingan lanjutan dari UMS Rappang untuk tiga desa yang menjadi lokasi pengembangan dan hilirisasi Siberas.
Ia berharap pengembangan Siberas ke depan tidak hanya berkaitan dengan administrasi kependudukan, tetapi juga dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.

Beberapa kebutuhan yang menurutnya perlu dikembangkan antara lain pengelolaan persampahan, pendataan anak tidak sekolah atau putus sekolah, pemberdayaan PKK, serta pengembangan dan promosi UMKM desa.
“Kami berharap ada data anak yang tidak sekolah atau putus sekolah. Itu penting untuk diketahui dan bisa dikaitkan dengan program PKK, khususnya Pokja II,” katanya.

Untuk sektor UMKM, ia mengatakan Desa Kalosi Alau juga telah berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk membantu pemasaran produk dan usaha masyarakat.

Andi Apris menilai kontribusi UMS Rappang memiliki pengaruh terhadap keberhasilan Desa Kalosi Alau meraih Juara I Desa Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Ia menyebut pendampingan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk pengembangan aplikasi, tetapi juga membantu desa mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian lomba.
“Sangat ada pengaruhnya. Kontribusi UMS Rappang banyak sekali dampaknya terhadap lomba desa berprestasi tahun 2026, khususnya kami di Desa Kalosi Alau,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut sehingga Desa Kalosi Alau dapat tampil maksimal saat mewakili Sulawesi Selatan pada penilaian tingkat nasional.
“Harapan kami Siberas bisa terus ditingkatkan penggunaannya, khususnya di Desa Kalosi Alau. Mudah-mudahan jaringan juga terus mendukung sehingga kami bisa memperbarui kegiatan dan data yang ada di desa,” katanya.

FGD Program Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026 tersebut dihadiri tim peneliti UMS Rappang, di antaranya Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si., Dr. apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., serta Kepala Biro Sistem Informasi (BSI) UMS Rappang Zulkarnain Ahmad, S.I.P., M.A.P.

Penelitian hilirisasi tersebut diketuai Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si.
Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Camat Dua Pitue, Kepala Desa Kalosi Alau Andi Apris, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinkamtibmas tokoh masyarakat, serta warga Desa Kalosi Alau.(Bahri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *