
Metromilenial online.com, SIDRAP — Sebanyak 405 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti kegiatan Pesantren Mahasiswa (Pesma). Kegiatan tersebut resmi dibuka Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Senin (24/8/2026) di auditorium H.Zaini Razak UMS Rappang.
Pesma tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Karakter Mahasiswa Berkemajuan melalui Pengenalan Kampus dan Internalisasi Nilai-Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan”.
Pembukaan Pesma dihadiri para wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga di lingkungan UMS Rappang, serta pengurus organisasi kemahasiswaan. Turut hadir perwakilan kepolisian dan TNI, yakni Kapolsek Pancarijang mewakili Kapolres Sidrap serta perwakilan Dandim 1420/Sidrap.
Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Islam (LPPI) UMS Rappang, Saifullah, S.Pd., M.Pd., mengatakan Pesma menjadi kegiatan awal yang diikuti mahasiswa baru sebelum menjalani perjalanan akademik di UMS Rappang.
“Selamat datang kepada seluruh peserta Pesantren Mahasiswa Baru. Kegiatan pesantren ini merupakan kegiatan pertama yang akan adik-adik ikuti dalam rangkaian perjalanan akademik atau perjalanan studi di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,” ujar Saifullah dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, Pesma tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan kampus, tetapi memiliki karakteristik yang membedakannya dari kegiatan orientasi mahasiswa pada umumnya.
“Karena memang orientasi kegiatan ini memiliki beberapa ciri khas dari perguruan tinggi kita, perguruan tinggi Muhammadiyah,” katanya.
Menurut Saifullah, terdapat tiga fokus utama yang akan diberikan kepada mahasiswa baru selama mengikuti Pesma.
Pertama, mahasiswa akan diperkenalkan dengan civitas akademika UMS Rappang, termasuk berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang nantinya akan mereka ikuti selama menjalani studi.
Kedua, mahasiswa baru akan mendapatkan pemahaman mengenai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Hal ini dinilai penting karena UMS Rappang merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Melalui momentum Pesantren Mahasiswa Baru ini, adik-adik diharapkan sudah bisa mengenal Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi gerakan Islam,” jelasnya.
Sementara fokus ketiga adalah pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara, serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Materi tersebut akan disampaikan oleh unsur TNI dan kepolisian.
Saifullah juga secara khusus mengingatkan panitia agar memastikan pelaksanaan Pesma berlangsung aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Ia meminta panitia menghindari tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun psikis, selama kegiatan berlangsung.
“Tolong dilaksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin. Tolong menghindari tindakan-tindakan kekerasan, baik tindakan kekerasan fisik maupun kekerasan psikis,” tegasnya.
Saifullah mengatakan, UMS Rappang berkomitmen menjaga Pesma sebagai ruang pembinaan mahasiswa baru yang aman. Ia menyebut selama pelaksanaan Pesma di tahun-tahun sebelumnya belum pernah terjadi kekerasan fisik maupun psikis.
“Alhamdulillah belum pernah terjadi kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan psikis. Mudah-mudahan di Pesantren kali ini juga tidak terjadi,” harapnya.
Ia pun meminta panitia untuk mendampingi dan membimbing mahasiswa baru selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Ini harapan kita kepada adik-adik panitia, tolong didampingi, dibimbing mahasiswa kita untuk mengikuti seluruh sesi materi dengan baik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Saifullah menyampaikan apresiasi kepada Rektor UMS Rappang beserta jajaran dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
Ia berharap Pesma dapat membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus menjadi bekal dalam menjalani proses akademik hingga menyelesaikan studi.
“Selamat berproses. Mudah-mudahan setelah kegiatan Pesantren Mahasiswa Baru ini dapat memudahkan proses studi dan proses akademiknya selama empat tahun di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang,” pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar