
Metromilenial online.com, SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Vokasional Seni Kuliner, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menjalani praktik pengolahan makanan. Kali ini, mahasiswa terlibat dalam produksi snack box untuk mendukung kegiatan Pesantren Mahasiswa (Pesma) UMS Rappang.
Produksi tersebut dilakukan melalui Brillent Bakery dengan menyiapkan sebanyak 520 pax snack box. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran praktik mahasiswa untuk mengasah keterampilan di bidang tata boga dan produksi makanan dalam jumlah besar.
Ketua Program Studi Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Chef Dama, mengatakan kegiatan produksi snack box tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar bagaimana menangani produksi dalam jumlah besar dengan tetap memperhatikan kualitas, rasa, kebersihan, dan ketepatan waktu,” kata Damayanti saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Selain produksi snack box untuk Pesma, mahasiswa juga menjalani praktik pembuatan sejumlah produk pastry dan bakery, di antaranya roti manis, muffin, choux, dan risol.
Menurut Damayanti, praktik tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kuliner. Mahasiswa dituntut mampu memahami proses produksi mulai dari persiapan bahan, teknik pengolahan, hingga penyajian produk.
“Mahasiswa kita arahkan untuk tidak sekadar bisa membuat makanan, tetapi juga memahami standar produksi dan memiliki jiwa kewirausahaan. Ketika mereka terjun ke dunia kerja atau membuka usaha sendiri, pengalaman seperti ini akan sangat membantu,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan praktik semacam ini dapat terus dikembangkan sehingga mahasiswa Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang semakin terampil, kreatif, dan siap bersaing di industri kuliner.
“Harapan kami, mahasiswa semakin percaya diri dengan keterampilan yang mereka miliki. Mereka bisa menghasilkan produk yang berkualitas, kreatif dalam mengembangkan produk, serta mampu melihat peluang usaha di bidang kuliner,” tutur Chef Dama.
Produksi snack box sebanyak 520 pax tersebut juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk bekerja secara tim, membagi tugas, menjaga konsistensi produk, serta menyelesaikan pesanan sesuai target.
Damayanti menambahkan, pembelajaran berbasis praktik akan terus didorong di Program Studi Vokasional Seni Kuliner agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengelola produksi kuliner.
“Jadi, proses pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa harus mendapatkan pengalaman langsung agar ketika lulus nanti mereka benar-benar siap menghadapi dunia industri maupun menjadi entrepreneur di bidang kuliner,” pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar