Rektor UMS Rappang: Mahasiswa Baru Harus Siap Hadapi Transformasi Dunia Kampus

waktu baca 4 menit
Senin, 24 Agu 2026 04:15 0 9 Bahri Layya

Metromilenial online com, SIDRAP — Sebanyak 405 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti kegiatan Pesantren Mahasiswa (Pesma) 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Senin (24/8/2026).
Pesma tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Karakter Mahasiswa Berkemajuan melalui Pengenalan Kampus dan Internalisasi Nilai-Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.”

Pembukaan Pesma turut dihadiri para wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, serta pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMS Rappang. Hadir pula unsur TNI dan Polri, yakni Kapolsek Pancarijang yang mewakili Kapolres Sidrap serta perwakilan Dandim 1420/Sidrap.
Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah terbuka bagi seluruh komponen bangsa, tanpa membedakan agama, keyakinan, organisasi maupun latar belakang politik.
“Jangan dikira Muhammadiyah itu aliran, apalagi agama. Muhammadiyah adalah organisasi. Karena itu perguruan tinggi Muhammadiyah terbuka bagi seluruh komponen bangsa,” kata Prof. Jamaluddin dalam sambutannya.

Menurutnya, nilai-nilai Muhammadiyah juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Ia menilai organisasi Muhammadiyah memiliki sistem yang tertata, termasuk dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Prof. Jal mengatakan Pesma tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan dan etika keislaman.
“Ini penyambutan mahasiswa baru sekaligus kita desain menjadi kegiatan pesantren,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan Pesma ke depan dapat direkognisi sebagai bagian dari proses pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya dalam membangun kepemimpinan dan etika mahasiswa.
Prof. Jal juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap mahasiswa baru. Menurutnya, mahasiswa berada pada fase transisi dari remaja menuju dewasa yang ditandai dengan proses pencarian jati diri.

Karena itu, ia meminta panitia dan mahasiswa senior ikut mendampingi peserta Pesma agar proses adaptasi di lingkungan kampus berlangsung positif.
“Mahasiswa kita ini masa-masa transformasi dari remaja menuju dewasa, masa-masa mencari jati diri. Ketika masa itu benar adanya, insyaAllah kita akan mendapatkan sumber daya manusia yang positif,” jelasnya.
Rektor juga meminta mahasiswa baru tidak melewatkan kegiatan Pesma. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk saling mengenal dan membangun rasa kebersamaan antarmahasiswa.

“Di pesantren inilah kita saling kenal. Kita senasib sepenanggungan. Akhirnya nanti terbangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai perbedaan sistem pendidikan di jenjang SMA dengan perguruan tinggi.
Ia mengatakan mahasiswa harus memiliki pola pikir yang siap menghadapi perubahan, termasuk dalam hal kedisiplinan, kehadiran, hingga tanggung jawab terhadap proses pembelajaran.
“Ini adalah momen yang harus anak-anakku pahami. Kita membutuhkan mindset untuk perubahan dari lingkungan yang tadinya sangat struktural ke lingkungan perguruan tinggi yang tidak seperti itu,” tuturnya.

Prof. Jamaluddin juga memperkenalkan konsep digitalisasi pembelajaran yang diterapkan UMS Rappang. Ia menyebut kampus tersebut mengusung identitas The Digital Entrepreneurship University dan mendorong proses pendidikan berbasis digital.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi bagian dari transformasi pembelajaran di kampus.

“Kalau mahasiswanya belajar menggunakan AI, saya senang sekali. Silakan gunakan AI,” ujarnya.
Namun, ia menekankan penggunaan teknologi harus tetap diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi mahasiswa.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UMS Rappang. Ia menjelaskan UMS Rappang resmi menjadi universitas pada 18 Februari 2019 setelah penggabungan dua sekolah tinggi Muhammadiyah.

Saat ini, UMS Rappang membina 21 program studi mulai jenjang sarjana hingga doktor.
Ia pun meminta mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan belajar di UMS Rappang sebaik mungkin.
“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka akan hidup di zamannya, bukan di zamanmu,” kata Prof. Jamaluddin.
Ia menegaskan mahasiswa baru tidak salah memilih UMS Rappang sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
“Anda berada pada tempat yang tepat, di waktu yang tepat, dengan kondisi yang tepat,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Wakil Rektor IV UMS Rappang Dr. Drs. H. Syamsu T, S.Pd., M.Pd. menjelaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pendidikan mahasiswa.
Ia menyebut pendidikan agama di UMS Rappang tidak hanya diberikan dalam mata kuliah tertentu, tetapi diintegrasikan dalam proses pendidikan dan pembelajaran.

Menurutnya, mahasiswa UMS Rappang diharapkan mampu menjadi insan pencerah melalui ilmu pengetahuan, integritas, serta pengamalan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *