Metromilenialonline.com Palu – SMK Negeri 5 Palu berupaya mengoptimalkan potensi yang dimiliki, termasuk memanfaatkan ruang kafe di lingkungan sekolah, untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan teaching factory dan layanan usaha umum. Langkah ini diharapkan dapat menjadi aset sekolah sekaligus mendukung penyediaan produk unggulan kerajinan rotan dan kayu bagi kebutuhan industri, perorangan, maupun perusahaan di wilayah Sulawesi Tengah. (09/07/2026)
Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Palu, I Wayan Agus Irawan , S.Pd,M.Pd, menyampaikan bahwa lembaganya memiliki kompetensi yang sangat kuat untuk mengembangkan industri berbasis kerajinan rotan, kayu, serta bidang potensial lainnya. Sekolah saat ini membina sekitar 300 siswa yang siap dilatih menjadi tenaga kerja terampil dan wirausahawan muda.
“SMK Negeri 5 Palu adalah sekolah yang sangat kompeten untuk dikembangkan menjadi pusat industri kerajinan rotan dan kayu, serta bidang lainnya. Melalui layanan usaha ini, hasil karya siswa nantinya dapat dinikmati secara luas, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun kerja sama dengan perusahaan di Sulawesi Tengah,” ujar I Wayan Agus Irawan , S.Pd,M.Pd.
Selain pengembangan usaha, tata kelola keuangan sekolah juga berjalan tertib. Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOSP) di SMK Negeri 5 Palu berjalan aman, lancar, dan sepenuhnya sesuai dengan rencana kerja. Hal ini tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah tahun anggaran 2020–2027 yang mencakup alokasi Dana BOSP dan BOSDA.
Dengan begitu pengembangan ini, diharapkan sekolah dapat memiliki pendapatan mandiri sekaligus melatih kemandirian dan keterampilan siswa sejak dini, sehingga teaching factory yang ada di SMKN 5 Khususnya Griya Rotan dan Kayu bisa menjadi Badan Umum Layanan Usaha Daerah (BLUD). (dirwan/*)
Tidak ada komentar