Tata Kelola Dana BOSP dan BOSDA Terukur, Kunci Mutu SMK Sulteng Hadapi Era Digital

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Jul 2026 09:53 0 40 Bahri Layya

Metromilenialonline.com Palu – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Edi Aras, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Provinsi (BOSP) serta Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk tahun ajaran 2026–2027 berjalan sepenuhnya sesuai Rencana Strategis (Renstra) dan tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah. (09/07/2026)

“Seluruh aliran dana BOSP maupun dana BOSDA yang masuk ke sekolah SMK dikelola mengacu pada regulasi yang berlaku serta Renstra masing-masing sekolah. Dana ini dioptimalkan secara tepat sasaran demi mendongkrak kualitas dan mutu proses pembelajaran kejuruan,” tegas Edi Aras, S.Ag,M.Pd.

Ia menekankan, fokus utama pemanfaatan anggaran tersebut adalah memperkuat sistem pembelajaran berbasis teaching factory. Hal ini menjadi syarat mutlak agar SMK mampu menjawab tuntutan era digitalisasi dan mencetak lulusan yang menguasai teknologi terkini.

“SMK dituntut tidak hanya mengajarkan teori (2 + 2 = 4), tapi harus melatih keterampilan nyata sesuai kebutuhan industri. Melalui dukungan dana yang tepat, kami pastikan proses belajar mengajar di SMK 1 hingga SMK 8, termasuk SMK 5, semakin kokoh dan relevan,” tambahnya.

Dengan tata kelola yang transparan dan terarah, Edi Aras optimis alumni SMK di Sulawesi Tengah akan memiliki kompetensi dan keahlian yang mumpuni. Hal ini menjadikan lulusan sebagai calon tenaga kerja yang sangat diminati dunia usaha dan dunia industri.

“Dana BOSP maupun BOSDA inilah yang menentukan peningkatan kualitas maupun kuantitas pendidikan. Tujuannya satu: agar tamatan kita tidak hanya siap kerja, tapi juga unggul dan menjadi rebutan perusahaan,” pungkasnya. (dirwan/Bahri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *