Raih Beasiswa S3 Taiwan, Dosen UMS Rappang Terima Surat Tugas dari Rektor

waktu baca 4 menit
Senin, 24 Agu 2026 09:26 0 1 Bahri Layya

Metromilenial online.com, SIDRAP — Dosen Program Studi S1 Pendidikan Vokasional Teknik Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Muhammad Aksan, S.Pd., S.P., M.Sc., mendapat restu untuk melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di Taiwan.
Restu tersebut ditandai dengan penyerahan surat tugas oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., kepada Muhammad Aksan di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (24/8/2026).

Aksan sebelumnya berhasil meraih sejumlah peluang beasiswa doktoral dari perguruan tinggi luar negeri. Tiga di antaranya yakni NCHU Fully Funded Scholarship, MOE Elite Scholarship di Taiwan, serta CSC Type B Silk Road Scholarship di China Agricultural University (CAU), Beijing, China.
Dari sejumlah peluang tersebut, Aksan akhirnya memilih melanjutkan studi doktoral melalui program MOE Elite Scholarship di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan.

“Saya memilih melanjutkan studi melalui program MOE Elite Scholarship di NPUST, Taiwan. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademik saya,” kata Aksan.

Ia akan menempuh pendidikan doktoral di International College, Department of Tropical Agriculture & International Cooperation (DTAIC). Program tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, disertai pembelajaran bahasa Mandarin untuk mendukung aktivitas akademik dan kehidupan sehari-hari selama berada di Taiwan.

Dalam studi doktoralnya, Aksan akan melakukan penelitian di bidang Integrated Pest Management (IPM) pada Laboratorium IPM dan Plant Medicine, khususnya Divisi Nematologi.
Menurut Aksan, NPUST dipilih karena memiliki bidang keilmuan yang relevan dengan pengembangan pertanian tropis di Indonesia.

“Saya memilih NPUST karena memiliki fokus pada pertanian tropis. Bidang ini sangat relevan dengan kondisi pertanian Indonesia, sehingga ilmu yang diperoleh nantinya dapat diaplikasikan dan memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Pilihan tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman akademiknya. Pada 2025, Aksan pernah mengikuti program perkuliahan selama satu semester di NPUST. Pengalaman itu membuatnya telah mengenal lingkungan akademik serta kehidupan masyarakat Taiwan.

“Karena sebelumnya saya pernah belajar di sana, saya sudah cukup memahami lingkungan akademik maupun budaya setempat. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam melanjutkan studi doktoral,” tuturnya.
Selain tiga peluang beasiswa tersebut, Aksan juga sempat memperoleh tawaran NSTC Scholarship dari National Science and Technology Council (NSTC) Taiwan. Program tersebut merupakan dukungan pendanaan bagi mahasiswa dan peneliti internasional di bidang sains dan teknologi.

Namun, Aksan memilih NPUST karena dinilai lebih sesuai dengan bidang keilmuan dan rencana penelitian yang akan dikembangkan.
Aksan menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pimpinan UMS Rappang, fakultas, program studi, serta seluruh pihak yang memberikan motivasi dan doa.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Terima kasih kepada Rektor UMS Rappang, pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan, motivasi, dan doa,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad mengatakan, pemberian surat tugas tersebut merupakan bentuk dukungan institusi terhadap pengembangan kapasitas dan kompetensi dosen.

Menurutnya, kesempatan yang diperoleh Aksan menjadi kebanggaan bagi UMS Rappang sekaligus bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi Saudara Muhammad Aksan untuk mengembangkan kompetensi akademiknya. Kami dari universitas tentu memberikan dukungan penuh agar proses studi dapat berjalan dengan baik,” kata Prof. Jamaluddin.

Ia berharap pengalaman dan keilmuan yang diperoleh Aksan selama menempuh pendidikan doktoral di Taiwan nantinya dapat dibawa kembali ke UMS Rappang dan memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan serta penelitian di bidang pertanian.

“Kami berharap setelah menyelesaikan studi, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat kembali dikembangkan di UMS Rappang. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi mahasiswa, program studi, fakultas, dan pengembangan riset universitas,” ujarnya.

Prof. Jal juga menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa dosen UMS Rappang memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional.

“Ini membuktikan bahwa dosen UMS Rappang memiliki kemampuan dan peluang untuk berkiprah di tingkat internasional. Kami akan terus mendorong dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa maupun kerja sama internasional,” pungkasnya.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *