Dosen UMS Rappang Lolos Hibah Paten Kemdiktisaintek melalui Inovasi Sistem Deteksi Jamur Beracun

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 07:36 0 1 Bahri Layya

Metromilenial online.con, SIDRAP — Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang). Dosen UMS Rappang, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., berhasil lolos program Hibah Paten Hilirisasi Kekayaan Intelektual yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.

Prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen UMS Rappang dalam mendorong penguatan riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Muh. Wildan Mauludy berhasil melewati proses seleksi nasional melalui kegiatan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Gelombang II Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kemdiktisaintek.
Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, peserta yang dinyatakan lolos merupakan inventor yang memenuhi standar dan kriteria penilaian untuk memperoleh bantuan biaya pendaftaran permohonan paten serta pemeriksaan substantif paten.

Dalam daftar penerima bantuan tersebut, Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom. dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang tercatat sebagai penerima bantuan untuk pengajuan Paten Sederhana dengan judul invensi “Sistem Deteksi Jamur Beracun”.
Inovasi Sistem Deteksi Jamur Beracun merupakan bentuk pengembangan teknologi yang diarahkan untuk membantu proses identifikasi jamur yang berpotensi membahayakan masyarakat. Inovasi ini menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis teknologi yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.
Wildan mengatakan, keberhasilan memperoleh hibah paten tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa lolos dalam program hibah paten Kemdiktisaintek ini. Bagi saya, capaian ini bukan hanya tentang mendapatkan bantuan pendaftaran paten, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Wildan.
Wildan juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UMS Rappang yang terus memberikan ruang dan dukungan bagi dosen untuk mengembangkan penelitian serta inovasi.

Ia menyebut arahan dan masukan dari Dr. Ahmad Mustanir, M.Si. turut membantu dalam proses persiapan usulan invensi hingga mengikuti tahapan seleksi.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan UMS Rappang dan semua pihak yang memberikan dukungan, termasuk Dr. Ahmad Mustanir yang memberikan arahan dan masukan dalam proses persiapan. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami sebagai dosen untuk terus menghasilkan karya,” tambahnya.
Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyambut positif capaian tersebut.
Menurutnya, keberhasilan dosen memperoleh hibah paten menjadi bagian penting dalam membangun budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
“Kami tentu sangat mengapresiasi capaian yang diraih Muh. Wildan Mauludy. Ini menunjukkan bahwa dosen UMS Rappang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkompetisi di tingkat nasional dalam bidang penelitian dan inovasi,” ujar Prof. Jamaluddin.

Ia mengatakan, perguruan tinggi tidak cukup hanya mendorong dosen menghasilkan publikasi ilmiah. Hasil penelitian juga perlu diarahkan agar memiliki nilai tambah dan dapat dihilirisasi menjadi inovasi yang bermanfaat.
“Kami berharap capaian ini tidak berhenti pada proses mendapatkan paten, tetapi dapat dilanjutkan dengan pengembangan dan hilirisasi inovasi sehingga benar-benar memberikan manfaat. Ini sejalan dengan komitmen UMS Rappang untuk memperkuat budaya akademik, riset, dan inovasi,” pungkasnya.

Program bantuan paten Kemdiktisaintek sendiri menjadi salah satu bentuk fasilitasi pemerintah dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui dukungan terhadap perlindungan kekayaan intelektual para inventor dari perguruan tinggi.

Bagi UMS Rappang, capaian tersebut menjadi momentum untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan inovasi. Keberhasilan Wildan diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dan memberikan solusi bagi masyarakat.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *