Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo Perlombaan Tunas Bahasa Ibu Di Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Wajo.

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 13:29 0 4 Bahri Layya

WAJO METRO MILENIAL ONLINE Festival Tunas Bahasa Ibu adalah ajang lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan kabupaten wanjo bekerja sama untuk melestarikan bahasa daerah bagi siswa Sekolah Dasar.

Tujuan utama dalam pelaksanaan ini untuk menjaga dan merawat kecintaan anak-anak terhadap bahasa serta budaya daerah sejak usia dini.

Dengan cabang lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan kabupaten wajo meliputi mendongeng, berpidato, membaca puisi, hingga komedi tunggal menggunakan bahasa daerah.

Kepala dinas Pendidikan kabupaten wajo H.Alamsyah M.si dikatakan bahwa kegiatan bergengsi ini merupakan agenda tahunan yang digelar oleh Bahasa Ibu sekabuten wajo kegiatan ini adalah bagian dari program pelestarian dan penguatan bahasa daerah di kalangan pelajar. Festival ini menampilkan berbagai cabang lomba berbasis bahasa daerah seperti pidato, mendongeng, komedi tunggal, dan penulisan cerpen.”ucapnya”.

Lanjut kegiatan ini sangat strategis oleh karena berkaitan dengan bahasa daerah ini adalah akar budaya kita, dan bahkan menjadi sebagai identitas diri kita dengan penuh kekayaan nilai maupun kesantunan budi pekerti, jika kita tidak memperhatikanya tentu akan mengalami kepunahan.

Sehingga dinas pendidikan kabupaten wajo mengadakan acara ini agar bagaimana memaksimalkan kembali pelestarian bahasa daerah perlombaan ini hanya sebagai akan tetapi yang kita utamakan ada upaya pelestarian dari sejak dini terutama kepada anak kita supaya mereka bisa menanamkan dan mengimplementasikan atau berkordinasi tentang bahasa daerah itu sendiri.

Kegiatan kita laksanakan ini ada empat yaitu: lomba pidato bahasa Bugis, lomba cerpen bahasa Bugis, lomba ceramah bahasa, komedi tinggal bahasa Bugis. Peserta didik diberikan kesempatan untuk meningkatkan prestasinya agar kebiasaan inilah yang perlu kita tanamkan supaya membentuk anak yang berbakat dikemudian hari kelak”akhir ucapnya”
(Alif Batara Dewa).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *