
SIDRAP — Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ruang pembelajaran mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Prof. Jamaluddin saat bertemu mahasiswa KKN UMS Rappang dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Program Hilirisasi Riset Prioritas-Sinergi 2026 di Kantor Desa Bulo, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (26/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMS Rappang tidak hanya melakukan safari pimpinan untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa KKN, tetapi juga menghadiri FGD terkait hilirisasi riset melalui optimalisasi penggunaan aplikasi Siberas.
Rektor hadir didampingi Ketua LP3M UMS Rappang Assoc. Prof. Dr. Ahmad Mustanir, S.I.P., M.Si. dan anggota tim peneliti Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom. Turut hadir Kepala Desa Bulo, Andi Rifai, M.S.Hi.
“Jadi kegiatan kita hari ini ada dua. Yang pertama adalah kunjungan safari pimpinan untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa. Kedua, kaitannya dengan FGD hilirisasi riset dalam rangka optimalisasi penggunaan Siberas,” kata Prof. Jal.
Ia menjelaskan, pengembangan dan implementasi aplikasi Siberas menjadi bagian dari hilirisasi riset UMS Rappang yang diterapkan pada sejumlah desa sebagai lokasi sasaran.
“Hari ini kita manfaatkan juga untuk kegiatan FGD hilirisasi riset, khususnya optimalisasi penggunaan Siberas di tiga desa yang menjadi lokus,” ujarnya.
Di hadapan mahasiswa KKN, Rektor mengingatkan bahwa KKN bukan sekadar menjalankan berbagai program kerja. Menurutnya, setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa di desa merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Ia mencontohkan teori manajemen yang terdiri atas fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC). Keempat fungsi tersebut, kata dia, sebenarnya telah dipraktikkan mahasiswa selama menjalankan program KKN.
“Ketika kita membuat program kerja, sebenarnya kita sedang mengimplementasikan teori yang dulu diajarkan di kampus. Misalnya teori manajemen, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling,” jelasnya.
Menurutnya, proses perencanaan kegiatan merupakan bentuk penerapan fungsi planning. Setelah perencanaan disusun, mahasiswa kemudian membagi tugas dan membentuk kepanitiaan sebagai bagian dari organizing.
“Ketika kalian membuat kegiatan, ada yang menjadi ketua, sekretaris, bendahara, dan bagian-bagian lainnya. Itu sebenarnya bagian dari organizing,” katanya.
Selanjutnya, pelaksanaan program kerja menjadi bentuk actuating. Sementara proses pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan merupakan bagian dari controlling.
Ia pun mengibaratkan organisasi sebagai sebuah kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan.
“Organisasi itu mirip dengan mobil. Mobil harus digunakan untuk sampai ke tujuan. Kita sudah merencanakan, tetapi kita membutuhkan organisasi sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan,” ujarnya.
Karena itu, Prof. Jal meminta mahasiswa tidak memandang kegiatan KKN hanya sebagai rutinitas untuk menyelesaikan program kerja.
Rektor juga mengapresiasi Pemerintah Desa Bulo yang telah memfasilitasi mahasiswa UMS Rappang selama melaksanakan KKN.
Ia menilai pengalaman mahasiswa berinteraksi langsung dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi pembelajaran penting yang tidak sepenuhnya bisa diperoleh di ruang kelas.
“Kalau di ruang kelas kita mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi pembelajaran yang sesungguhnya adalah di lapangan,” katanya.
Menurutnya, pengalaman selama KKN akan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja dan menghadapi persoalan di masyarakat.
“Suatu saat nanti kalian akan merasakan, ‘Oh, ternyata inilah yang disampaikan oleh dosen saya dulu.’ Itu yang menjadi pentingnya KKN,” jelasnya.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadikan seluruh aktivitas selama KKN sebagai pengalaman untuk mengasah kemampuan manajemen, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Jadi KKN bukan hanya sekadar berkegiatan. Banyak sekali kegiatan yang kalian lakukan, tetapi yang paling penting adalah apa yang kalian pelajari dan manfaat apa yang kalian dapatkan dari kegiatan tersebut,” pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar