
Metromilenial online com, SIDRAP – Balai Pendidikan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Andi Tanri Toalala melalui TPS3R Rappang Bersinar menggelar Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi Tailor Made Training Program Recycling Specialist di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Pelatihan yang diikuti 16 peserta ini berlangsung selama delapan hari sejak 22 Juli 2026 di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rappang Bersinar, Kelurahan Rappang, Kecamatan Panca Rijang. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Subkoordinator BPVP Pangkep, As Syafi’i, S.IP., M.A.P., di Kantor Yayasan Andi Tanri Toalala, Senin (27/7/2026).
Ketua Yayasan Andi Tanri Toalala, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang pengelolaan sampah sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem industri daur ulang di Kabupaten Sidrap.
Ia mengungkapkan, Yayasan Andi Tanri Toalala selama ini berfokus pada pelestarian budaya, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan keturunan Andi Tanri Toalala Arung Enrekang VIII, serta membangun jejaring dengan komunitas budaya di Sulawesi Selatan maupun nusantara. Namun, pada tahun 2025 yayasan mulai memperluas kiprahnya ke bidang sosial, denagn melakukan bakti sosial operasi bibir sumbing yang berkolaborasi dengan Rs. Gigi dan Mulut UNHAS dan Pemkab Enrekang dan pada 2026 ini menggelar pelatihan pengelolaan sampah yang hingga kini belum tuntas, sehingga diperlukan usaha bersama agar sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi menjadi bernilai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPVP Pangkep atas kepercayaan yang diberikan. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Sidrap, khususnya dalam mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan sampah,” ujar Dr. Rais yang juga Warek I Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang)
Menurut Dr. Rais, TPS3R Rappang Bersinar saat ini telah melayani sekitar 500 pelanggan dan menargetkan peningkatan hingga 1.000 pelanggan pada tahun ini. Namun, pengembangan layanan masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian dan keterampilan dalam pengelolaan sampah.
“Melalui pelatihan ini kami berharap lahir tenaga-tenaga baru yang siap bekerja. Bahkan dalam waktu dekat TPS3R membutuhkan sedikitnya tiga tenaga kerja baru, terdiri atas satu sopir dan dua tenaga pendukung operasional,” katanya.
Selain menyiapkan SDM, pihaknya juga tengah mengembangkan aplikasi digital Pappulung Aroppoe yang akan diintegrasikan dengan Model Rais-MR3, sebuah inovasi tata kelola persampahan yang dikembangkan selama tiga tahun terakhir dan kini memasuki tahap hilirisasi melalui program Kementerian Pendidikan.
Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung sistem layanan pengangkutan sampah terjadwal, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat tata kelola industri persampahan berbasis digital.
Dr. Rais menjelaskan, pelaksanaan pelatihan ini juga dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) kedua untuk memvalidasi luaran penelitian fase I hingga fase III dari program Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal yang telah berjalan selama dua bulan.
“Hari ini juga menjadi momentum FGD kedua untuk memvalidasi luaran penelitian hilirisasi yang sedang kami laksanakan. Harapannya, model ini dapat menjadi sistem pengelolaan sampah yang efektif dan dapat direplikasi di berbagai daerah,” ungkapnya selaku Ketua Tim Peneliti.
Ia menambahkan, pengembangan industri persampahan akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini difokuskan pada pembenahan sistem layanan, dilanjutkan dengan pengembangan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan produksi kompos pada tahun depan, kemudian diperluas ke pengelolaan sampah anorganik.
“Jika ekosistem ini berjalan dengan baik, kebutuhan tenaga kerja akan semakin besar. Pengelolaan sampah bukan lagi sekadar mengangkut sampah, tetapi telah berkembang menjadi industri yang membuka peluang kerja baru, mulai dari operator mesin, pengelola aplikasi digital, tenaga produksi, hingga distribusi hasil daur ulang,” jelasnya.
Sementara itu, Subkoordinator BPVP Pangkep As Syafi’i mengapresiasi inisiatif Yayasan Andi Tanri Toalala yang dinilai berhasil menghadirkan program pelatihan berbasis kebutuhan industri atau tailor made training.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya usulan dan komitmen dari yayasan sebagai mitra pemerintah.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Andi Tanri Toalala. Program ini lahir karena adanya kolaborasi yang baik. Ke depan kami siap mendukung pengembangan ekosistem industri pengelolaan sampah di Kabupaten Sidrap,” katanya.
As Syafi’i mengatakan BPVP Pangkep siap terus menghadirkan berbagai pelatihan lanjutan yang mendukung pengembangan sektor persampahan, mulai dari budidaya maggot, produksi kompos, pengolahan limbah anorganik, hingga pelatihan pemasaran digital untuk produk hasil daur ulang.
Ia menilai sektor pengelolaan sampah merupakan bagian dari green jobs, yaitu jenis pekerjaan ramah lingkungan yang diproyeksikan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tenaga kerja terbesar di masa depan.
“Green jobs memiliki prospek yang sangat besar. Pengelolaan sampah, budidaya maggot, produksi kompos hingga industri daur ulang akan menjadi peluang kerja yang semakin dibutuhkan. Karena itu masyarakat perlu memanfaatkan kesempatan ini dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pelatihan Recycling Specialist merupakan program pertama yang dilaksanakan BPVP Pangkep dalam skema tersebut. Ke depan, model pelatihan serupa akan terus dikembangkan untuk mencetak tenaga kerja baru sesuai kebutuhan industri hijau di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan Yayasan Andi Tanri Toalala, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri pengelolaan sampah di Kabupaten Sidrap, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru berbasis ekonomi sirkular dan teknologi ramah lingkungan.(Bah/*)
Tidak ada komentar