Metromilenialonline.com Palu – Program pengembangan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Sulawesi Tengah berjalan agak lambat karena masih menghadapi kendala utama, yaitu minimnya tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi khusus. (11/07/2026)
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan PKPLK dan Inovasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah yang membawahi SLB, Muhammad Warsita, S.Pd.,M.Pd.
Menurutnya, hingga saat ini jumlah sarjana lulusan pendidikan luar biasa yang tersedia sangat terbatas, sehingga menjadi penghambat utama optimalisasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, lebih terkhusus belum ada Perguruan Tinggi di Wilayah Sulawesi Tengah yang menyediakan Program Studi Pendidikan Luar Biasa, termasuk di Universita Tadulako Palu.
“Kami belum memiliki cukup tenaga pengajar lulusan pendidikan luar biasa. Akibatnya, pelaksanaan program SLB di daerah ini berjalan lambat, lulusan yang ada lebih banyak dari jurusan dan program studi lain,” ungkapnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan akan terus berupaya menarik dan menempatkan tenaga pengajar lulusan pendidikan luar biasa agar dapat mengabdi dan mengisi kebutuhan di SLB-SLB yang ada di seluruh wilayah provinsi ini, salah satunya melalui Program BERANI CERDAS. Melalui Program ini, kami bekerjasama dengan SLB-SLB se Sulawesi Tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang minggu lalu telah memberikan lampu hijau.
Selain UNM, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Universitas Negeri Manado (UNIMA), dimana di Pulau Sulawesi ini hanya dua Perguruan Tinggi ini yang ada Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Itulah salah satu upaya kami mengatasi masalah ini, tegas Warsita. (dirwan/*)
Tidak ada komentar