Berburu Durian di Betao Riase Sidrap: Pengunjung Membludak, Omzet Warga Tembus Rp 5 Juta Sehari!

waktu baca 3 menit
Minggu, 5 Jul 2026 12:23 0 85 Bahri Layya

Metromilenial online.com, Sidrap – Desa Betao Riase, Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, kini tengah bertransformasi menjadi magnet bagi para pencinta buah. Sudah satu bulan terakhir, desa ini memasuki musim panen raya, khususnya buah durian.

Pantauan di lokasi pada Minggu (5/7/2026), iring-iringan kendaraan roda dua maupun roda empat memadati jalanan desa. Suasana riuh layaknya konvoi kendaraan membuktikan betapa tingginya antusiasme warga dari berbagai daerah untuk berburu si “Raja Buah” langsung dari pohonnya.termasuk Pimred Metromilenial online.com, Bahri Layya dan M Tohir Pimred Pijarnews.com
Para pengunjung yang datang umumnya berkelompok. Pola pembeliannya pun beragam, ada yang langsung menyerbu rumah-rumah warga, ada pula yang memesan sistem paket jauh-jauh hari.
“Ada yang pesan dulu, ada yang paket Rp 1 juta, Rp 2 juta, sampai Rp 3 juta. Itu sudah lengkap dengan gogos (nasi ketan). Nanti diantar ke lokasi tempat makan-makan. Umumnya mereka suka makan di pinggir sungai,” ujar salah seorang warga setempat.

Lonjakan pengunjung ini diakui langsung oleh Kepala Desa Betao Riase, Suardi Laupe, dia mengatakan hari libur akhir pekan, seperti Jumat, Sabtu, dan khususnya hari Minggu (Ahad), menjadi puncak kepadatan di Desa Betao Riase hingga memicu kemacetan di sejumlah titik.
“Kunjungan paling padat itu di hari Ahad karena orang kantoran libur. Kalau hari libur, bisa ratusan kendaraan yang masuk ke desa sampai membuat lorong-lorong tani macet,” ungkap Kepala Desa setempat kepada media.
Ia menjelaskan bahwa Desa Betao Riase memiliki posisi yang sangat strategis untuk sektor perkebunan. Selain durian yang menjadi primadona, desa ini juga melimpah dengan buah rambutan dan langsat.

Menariknya, perputaran ekonomi di desa ini melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kuncinya ada pada perbaikan infrastruktur jalan yang mulai diperhatikan pemerintah.
“Tahun-tahun sebelumnya, orang berpikir dua kali mau ke sini karena jalanan banyak berlubang. Sekarang, alhamdulillah pengunjung naik tiga kali lipat dari tahun lalu karena akses jalan sudah bagus,” jelasnya.

Membludaknya wisatawan pencinta durian ini tentu membawa berkah luar biasa bagi dompet warga desa. Hasil bumi terbukti mampu mendongkrak perekonomian lokal secara signifikan.
“Kalau dirata-ratakan, penjual rumahan saja bisa meraih keuntungan sampai Rp 5 juta per hari,” tuturnya.
Nilai tersebut belum termasuk pesanan yang masuk ke para pedagang besar atau mereka yang membuka lapak di spot-spot wisata tertentu.

Salah satu daya tarik utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama di Desa Betao Riase adalah sensasi menyantap durian di tepi sungai. Gemercik air yang jernih dipadu dengan udara pedesaan yang sejuk menjadi kombinasi yang sempurna.
“Ini salah satu jalur yang paling diminati karena di tepi sungai menyuguhkan kesejukan dan keindahan pemandangan,” imbuhnya.
Saat ini tercatat ada sekitar sembilan titik spot pinggir sungai di desa tersebut yang selalu dipadati oleh para penikmat durian. Melihat potensi yang begitu besar, pihak desa berharap ada pengembangan lebih lanjut untuk area wisata ini ke depan.
“Kami sangat berkeinginan bagaimana lokasi spot di pinggir sungai ini bisa dikembangkan lagi, supaya pengunjung bisa lebih santai makan durian sambil mandi-mandi di sungai,” pungkasnya.(Bahri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *