Di Jambore Nasional 2026, Ahmad Faeyza Fahrizal Rajut Persahabatan Nusantara

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 11:33 0 1 Bahri Layya

Metromilenial online.com, CIBUBUR — Jambore Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang mengasah keterampilan dan kemandirian bagi para Pramuka Penggalang, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun persahabatan antargenerasi muda dari berbagai penjuru Indonesia. Pengalaman itu turut dirasakan Ahmad Faeyza Fahrizal, siswa kelas VIII MTs As’adiyah Putra Pusat Sengkang, Sulawesi Selatan.

Ahmad Faeyza menjadi salah satu peserta yang mengikuti Jambore Nasional 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.

Bagi Faeyza, perjalanan menuju Cibubur membawa pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar mengikuti kegiatan perkemahan. Selama berada di arena jambore, ia berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan Pramuka Penggalang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Perbedaan asal daerah, bahasa, kebiasaan, dan budaya justru menjadi warna tersendiri dalam pertemuan tersebut. Di tengah rangkaian kegiatan, para peserta saling mengenal, bertukar cerita mengenai daerah masing-masing, bekerja sama dalam kegiatan kelompok, hingga membangun pertemanan baru.

Momentum tersebut menjadikan Jambore Nasional sebagai ruang nyata bagi generasi muda untuk memahami keberagaman Indonesia. Persahabatan yang terjalin di bumi perkemahan menjadi pengalaman berharga bagi Faeyza untuk belajar tentang kebersamaan, toleransi, kerja sama, dan rasa persaudaraan.

Keikutsertaan Faeyza juga menjadi pengalaman membanggakan bagi dirinya sebagai pelajar MTs As’adiyah Pusat Pusat Sengkang. Berada bersama ribuan peserta dari berbagai wilayah membuatnya dapat mengenalkan daerah asal sekaligus memperoleh pengalaman baru dari teman-teman yang ditemuinya.

Jambore Nasional 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Kegiatan ini diikuti sekitar 25 ribu warga perkemahan, termasuk Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah perwakilan dari luar negeri.

Beragam kegiatan yang digelar selama jambore dirancang untuk membentuk karakter peserta agar lebih mandiri, kreatif, terampil, disiplin, dan mampu bekerja sama. Dalam proses itulah interaksi antarpeserta tumbuh secara alami dan membuka kesempatan untuk membangun jaringan pertemanan yang lebih luas.

Bagi Faeyza, Jambore Nasional 2026 menjadi salah satu pengalaman masa remaja yang berkesan. Dari Sulawesi Selatan menuju Cibubur, ia tidak hanya membawa semangat kepramukaan, tetapi juga kembali dengan pengalaman, wawasan, dan persahabatan baru dari berbagai penjuru Nusantara.

Pertemuan boleh berlangsung hanya beberapa hari, tetapi persahabatan yang tumbuh selama jambore diharapkan dapat terus terpelihara. Dari bumi perkemahan Cibubur, semangat Bhinneka Tunggal Ika hadir dalam bentuk sederhana: saling mengenal, saling menghargai, dan menjadikan perbedaan sebagai jalan untuk mempererat persaudaraan Indonesia.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *