UMS Rappang Monev Kurikulum OBE dan Perkuat Konsep Smart Village

waktu baca 4 menit
Kamis, 20 Agu 2026 07:32 0 26 Bahri Layya

Metromilenial online.com,vSIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dari hasil evaluasi, sekitar 80 persen program studi (prodi) di UMS Rappang disebut telah menerapkan kurikulum berbasis luaran tersebut.

Rapat berlangsung di Meeting Room Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., dan dihadiri wakil dekan bidang akademik serta ketua program studi di lingkungan UMS Rappang.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UMS Rappang, H. M. Rais Rahmat Razak, mengatakan rapat tersebut digelar untuk memastikan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kurikulum OBE yang sebelumnya telah disusun dan mulai diterapkan sekitar enam bulan terakhir.
“Jadi kegiatan hari ini rapat terkait dengan penerapan kurikulum OBE. Kita undang semua ketua prodi, termasuk wakil dekan bidang akademik, untuk memastikan dan mengevaluasi penerapan kurikulum OBE yang telah dibuat enam bulan lalu,” kata Dr. Rais usai rapat, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar prodi telah menjalankan kurikulum OBE. Namun, masih terdapat sejumlah prodi yang membutuhkan penguatan dalam penerapannya.
“Dari hasil rapat tadi, sekitar 80 persen sudah menerapkan. Memang masih ada yang belum. Ini yang kita upayakan agar semester depan penerapan kurikulum OBE betul-betul bisa diterapkan,” jelasnya.

Dr. Rais mengatakan penguatan penerapan OBE ke depan tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga pemanfaatan portal akademik. Dengan demikian, seluruh proses akademik yang dilakukan dosen dan mahasiswa dapat terdokumentasi serta termonitor dengan baik.

“Termasuk penggunaan portal oleh para dosen. Semua proses akademik itu bisa terekam atau termonitor melalui portal,” ujarnya.
Selain mengevaluasi penerapan OBE, UMS Rappang juga tengah melakukan pembaruan kurikulum. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penyelarasan visi dan misi program studi dengan kompetensi yang ingin dicapai lulusan.

Dr. Rais menyebut pembaruan tersebut telah mulai dilakukan, salah satunya pada Program Studi Ilmu Pemerintahan.
“Beberapa waktu lalu ada perubahan dan updating, terutama terkait bagaimana perbaikan visi misi yang langsung tersinkron dengan kompetensi. Ini juga sedang disusun untuk update kurikulum dan baru dilakukan salah satunya di Prodi Ilmu Pemerintahan,” katanya.

Menurutnya, pembaruan kurikulum tersebut penting agar proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas antara kompetensi dosen, kompetensi program studi, proses pengajaran, hingga luaran yang dihasilkan mahasiswa.

Dengan konsep tersebut, pihaknya ingin roadmap kompetensi dosen dan prodi terlihat secara jelas sehingga pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi menghasilkan kemampuan yang dapat dibuktikan.
Dalam pengembangan kurikulum, UMS Rappang juga ingin mengangkat konsep smart village sebagai salah satu kekhasan perguruan tinggi.
Dr. Rais berharap konsep tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar terintegrasi dalam pembelajaran di setiap program studi.

“UMS Rappang ini kita akan menggunakan keunikan smart village. Kita berharap semua mata kuliah prodi nanti tersinkron dengan smart village. Jadi smart village bukan hanya sebagai slogan saja, tetapi semangatnya nampak di setiap prodi,” ungkapnya.

Ia menilai integrasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam membangun karakter kurikulum UMS Rappang yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan desa.
Dr. Rais menjelaskan penerapan OBE pada dasarnya menempatkan luaran atau output sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Setiap mata kuliah diharapkan memiliki capaian yang dapat dibuktikan, bukan sekadar menyelesaikan perkuliahan.

Ia mencontohkan penerapan OBE pada Program Doktor (S3) Administrasi Publik UMS Rappang yang telah berjalan selama dua semester.
“Seperti di S3 Administrasi Publik, kita sudah terapkan selama dua semester. Semua mata kuliah sudah nampak ada output-nya, ada yang berupa artikel, prosiding, maupun artikel review,” jelasnya.

Salah satu contoh diterapkan pada mata kuliah filsafat. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu melakukan telaah terhadap artikel dan pemikiran para ahli serta membaca fenomena yang berkembang di masyarakat.
“Setelah mengikuti mata kuliah itu, mahasiswa mendapatkan sesuatu. Mereka bisa me-review pemikiran para ahli, kemudian bisa membaca fenomena yang ada di masyarakat. Luaran itu dituangkan dalam bentuk tulisan atau artikel,” katanya.

Ke depan, UMS Rappang menargetkan penerapan kurikulum OBE semakin merata di seluruh program studi. Pembaruan kurikulum juga akan terus dilakukan menyesuaikan perkembangan kebutuhan kompetensi dan dunia kerja.
Dr.Rais berharap penerapan OBE memberikan dampak terhadap kualitas pendidikan di UMS Rappang.
“Harapan saya, kurikulum OBE ini betul-betul tidak hanya untuk ada perubahan, tetapi memang terasa dampaknya. Kualitas pendidikan itu betul-betul nyata nampak,” tuturnya.

Ia menegaskan lulusan UMS Rappang diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi dan
keterampilan yang dapat diterapkan.
“Jadi orang selesai tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi betul-betul ada skill yang didapatkan. Itu harapan kita. Semua prodi bisa berbasis output,” pungkasnya.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *