Dekan FISIP UMS Rappang Dorong HIMPOSIP Bangun Program Kerja Progresif dan Kolaboratif

waktu baca 6 menit
Jumat, 14 Agu 2026 09:12 0 28 Bahri Layya

Metromilenial online.com, SIDRAP — Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMPOSIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), resmi dilantik untuk masa bakti 2026-2027.

Pelantikan berlangsung di Lantai 3 Gedung FISIP UMS Rappang, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) dan Upgrading Pengurus HIMPOSIP.
Kegiatan dihadiri Dekan FISIP UMS Rappang Dr. Erfina, S.Sos., M.Si., Muh. Akbar Ali Darlis, S.I.P., M.I.P. yang mewakili Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, Ketua BEM FISIP terpilih Aswandi Putra, pengurus HIMPOSIP yang dilantik, serta sejumlah perwakilan organisasi internal dan eksternal kampus.

Ketua HIMPOSIP terpilih, Usman, mengatakan jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi kepemimpinan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk membawa organisasi menjadi ruang belajar dan berkembang bagi mahasiswa.

“Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada saya untuk menjadi ketua umum,” ujar Usman dalam sambutannya.
Menurutnya, HIMPOSIP tidak boleh hanya berorientasi pada siapa yang menjadi ketua atau siapa yang memegang jabatan. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, membangun integritas, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan pemerintahan.

“Menjadi ketua umum bukanlah sebuah kebanggaan semata, tetapi amanah dan tanggung jawab. HIMPOSIP harus menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang berproses bagi setiap kader untuk menemukan potensi serta memberikan kontribusi terbaiknya,” katanya.
Usman juga menekankan pentingnya pelantikan, upgrading, dan rapat kerja sebagai rangkaian yang saling berkaitan. Pelantikan menjadi momentum pengukuhan amanah dan komitmen, upgrading menjadi sarana peningkatan kapasitas, sedangkan rapat kerja menjadi wadah menerjemahkan visi organisasi ke dalam program kerja yang nyata dan berdampak.

“Kita ingin menyatukan visi dan misi kepemimpinan. Bukan hanya visi seorang ketua, tetapi seluruh pengurus dan kader. Saya percaya seorang ketua tidak mampu membawa organisasi berjalan jauh tanpa kebersamaan seluruh pengurus,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh pengurus HIMPOSIP untuk berani mengambil peran dan tidak menunggu menjadi hebat untuk mulai berkontribusi.
“Jangan menunggu jadi hebat untuk berkontribusi. Mari membangun HIMPOSIP dengan komunikasi yang terbuka, kerja sama yang kuat, kritik yang sehat, semangat, dan kemauan untuk terus belajar,” tuturnya.

Regenerasi dan Tanggung Jawab
Sementara itu, Ketua Demisioner HIMPOSIP yang juga Ketua BEM FISIP terpilih, Aswandi Putra, menegaskan bahwa pergantian kepengurusan bukan sekadar pergantian individu maupun jabatan.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi dan pengembangan organisasi agar HIMPOSIP terus berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan.

“Ini bukan persoalan pergantian individu ke individu atau jabatan ke jabatan. Ini persoalan bagaimana pengembangan organisasi ke depan dan bagaimana regenerasinya,” kata Aswandi.
Ia meminta pengurus baru tidak hanya melihat jabatan sebagai posisi, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan secara serius.

“Pelantikan hari ini bukan persoalan siapa yang dilantik dan siapa yang demisioner. Ini tentang bagaimana HIMPOSIP tetap berkembang dan berjalan sesuai arahnya. Kalau bukan kalian yang menggerakkan, siapa lagi?” tegasnya.
Aswandi juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin tidak mudah. Pengurus harus mampu menyatukan berbagai perspektif dan menjadikan perbedaan sebagai bagian dari proses pengembangan organisasi.
“Pandangan yang berbeda bukan berarti sesuatu yang merusak. Justru perbedaan itu harus kita kembangkan untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap berbagai hal yang masih kurang dari periode sebelumnya.
Muh. Akbar Ali Darlis, S.I.P., M.I.P., yang mewakili Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan, turut memberikan pesan kepada pengurus yang baru dilantik.
Ia mengingatkan agar HIMPOSIP tidak dijadikan sekadar tempat untuk mencari pengalaman organisasi secara formal, tetapi benar-benar menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
“Jangan menjadikan organisasi ini sebagai ajang gaya-gayaan. Jadikan HIMPOSIP sebagai wadah pembelajaran, khususnya untuk belajar berkontribusi di masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta pengurus menjaga nama baik HIMPOSIP, program studi, fakultas, dan UMS Rappang.
“Kalian adalah tombak Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan saat ini. Silakan berkreasi dan tunjukkan bakat-bakat yang selama ini mungkin masih terpendam,” ujarnya.
Dekan FISIP UMS Rappang, Dr. Erfina, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan pengurus organisasi.

Ia secara khusus meminta pengurus HIMPOSIP dan organisasi mahasiswa lainnya untuk meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah serta tidak menjadikan sekretariat organisasi sebagai tempat beraktivitas ketika memasuki waktu salat.
“Saya titip kepada ketua himpunan. Tolong, di jam-jam salat, jangan lagi ada mahasiswa yang hanya duduk dan beraktivitas di sekretariat. Tunjukkan bahwa kalian bisa bersama-sama melaksanakan salat,” kata Dr. Erfina.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual. Dengan niat yang baik dan fondasi spiritual yang kuat, seorang pemimpin akan lebih mudah menjalankan amanah.

Dr. Erfina juga mengingatkan pengurus agar tidak menjadikan kesibukan berorganisasi sebagai alasan untuk terlambat menyelesaikan studi.
“Bedakan antara sibuk dan produktif. Saya berharap teman-teman tetap produktif sebagai mahasiswa dan bisa selesai tepat waktu. Jangan menjadikan kontribusi di organisasi sebagai alasan kuliah terlambat,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengurus HIMPOSIP membangun kolaborasi dengan organisasi mahasiswa lainnya dalam menjalankan program kerja.

Menurutnya, kolaborasi dapat membuat pelaksanaan kegiatan lebih efektif sekaligus mengurangi beban masing-masing organisasi.

“Jangan merasa semua program kerja harus dikerjakan sendiri. Kalau ada program yang bisa dikolaborasikan dengan HIMAP, BEM, PIKOM, atau organisasi lainnya, lakukan kolaborasi. Dengan begitu semua bisa berjalan bersama,” jelasnya.
Menghadapi Rapat Kerja HIMPOSIP, Dr.Erfina meminta pengurus tidak sekadar mengulang program kerja dari periode sebelumnya.

Ia berharap program yang dirancang lebih progresif, inovatif, terukur, dan memberikan dampak.
“Program kerja harus lebih progresif, lebih menantang, dan meningkat dari program-program kerja yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Ia juga meminta setiap kegiatan segera dibuatkan laporan dan dokumentasi setelah kegiatan selesai, bukan menunggu hingga akhir periode.

“Setelah kegiatan selesai, segera laporkan dan dokumentasikan. Kalau menunggu enam bulan, bisa lupa apa yang sudah dilakukan. Dokumentasi itu penting,” ujarnya.
Ia turut meminta setiap anggota kepanitiaan mencatat bentuk kontribusi yang telah diberikan selama kegiatan. Hal itu dinilai penting sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja dan keterlibatan masing-masing pengurus.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

Menurutnya, banyak mahasiswa memiliki potensi, tetapi belum berani tampil atau mempromosikan kemampuannya.
“Kalau punya kemampuan, tunjukkan. Jangan menunggu ditanya baru mengatakan bisa. Kita harus mampu menunjukkan dan mem-branding diri dengan baik,” pungkasnya.

Pelantikan, upgrading, dan rapat kerja HIMPOSIP UMS Rappang masa bakti 2026-2027 tersebut diharapkan menjadi momentum awal bagi pengurus baru untuk membangun organisasi yang lebih aktif, solid, produktif, dan mampu memberikan kontribusi bagi mahasiswa, kampus, serta masyarakat.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *