
Metromilenial online.com, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) di Posko Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), memasuki tahap akhir pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Sejumlah program kerja telah rampung dan mahasiswa kini menyiapkan output akhir, termasuk video kreatif untuk mengikuti lomba tingkat nasional.
Hal tersebut diketahui dalam monitoring yang dilakukan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMS Rappang, Afrilia Cahyani, S.H., M.H., Senin (10/8/2026). Dari hasil monitoring, hampir seluruh program kerja yang dirancang mahasiswa telah terlaksana dengan baik.
“Progresnya sangat baik, hampir semua program kerja sudah selesai. Mahasiswa juga mulai fokus pada output akhir seperti video lomba nasional dan laporan KKN,” kata Afrilia.
Selama berada di Desa Ciro-Ciroe, mahasiswa menjalankan sejumlah program yang menyasar berbagai sektor. Di antaranya penataan identitas desa melalui pemasangan nama jalan untuk memudahkan akses dan administrasi wilayah.
Mahasiswa juga aktif melakukan pembinaan keagamaan bagi anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Di bidang kesehatan, mereka menggelar edukasi mengenai makanan pendamping ASI (MPASI) sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Sementara di sektor ekonomi dan lingkungan, mahasiswa mengembangkan program agropreneur melalui revitalisasi lahan kantor desa. Program tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan agar lebih produktif.
Program lainnya yakni pendataan tanah wakaf, Jumat Bersih, Semarak Kemerdekaan, pemberdayaan masyarakat, hingga yasinan bersama warga. Berbagai kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mahasiswa membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.
Afrilia Cahyani mengatakan mahasiswa tidak hanya mengejar penyelesaian program kerja, tetapi juga mulai menyiapkan sejumlah output sebagai bagian dari evaluasi akhir kegiatan KKN.
“Saat ini mahasiswa tengah menyusun konsep video kreatif yang akan diikutsertakan dalam lomba tingkat nasional sebagai representasi kegiatan KKN di Ciro-Ciroe. Mereka juga mulai menyusun laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik,” jelasnya.
Tahap akhir KKN nantinya akan ditandai dengan seminar hasil program kerja. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan ramah tamah bersama masyarakat sebagai bentuk apresiasi sekaligus perpisahan sebelum mahasiswa ditarik dari lokasi KKN.
Afrilia Cahyani mengapresiasi dedikasi mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan desa sekaligus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan ini tidak berhenti ketika mahasiswa ditarik, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat Ciro-Ciroe juga menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN UMS Rappang. Sejumlah program yang dijalankan dinilai memberikan manfaat langsung, baik dalam aspek sosial, kesehatan, keagamaan, lingkungan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Menjelang penarikan, mahasiswa KKN UMS Rappang nantinya diharapkan dapat menuntaskan seluruh program sekaligus meninggalkan kontribusi yang dapat dikenang masyarakat. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan kepedulian sosial dan profesionalisme mahasiswa sebelum kembali ke lingkungan akademik.(*)
Tidak ada komentar