Magang di Taiwan, Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris UMS Rappang Belajar Budaya Kerja dan Kekompakan Tim

waktu baca 2 menit
Senin, 10 Agu 2026 10:58 0 27 Bahri Layya

Metromilenial online.com, YILAN, TAIWAN — Pengalaman magang internasional menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengasah keterampilan profesional, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan membangun kerja sama di lingkungan kerja lintas budaya.

Hal itu dirasakan Suswanto, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), yang saat ini menjalani program magang internasional di Hotel The Walden Yilan, Taiwan.

Salah satu pengalaman yang dirasakan Suswanto adalah ketika dirinya bersama supervisor dan sejumlah karyawan hotel makan bersama setelah menyelesaikan tugas kerja atau duty pada pukul 22.42 waktu setempat.

Meski berlangsung sederhana, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarkaryawan sekaligus membangun komunikasi dan suasana kerja yang lebih harmonis.

Suswanto menilai kebersamaan di luar jam kerja memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan solid. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat memperkuat kerja sama dan kekompakan dalam sebuah tim.

Pengalaman tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd.

Dr. Sam mengatakan program magang internasional diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempelajari budaya kerja, kedisiplinan, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, hingga kerja sama tim.

“Kami berharap Suswanto tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu belajar tentang budaya kerja, kedisiplinan, komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Pengalaman seperti ini merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi global,” kata Dr. Sam, Senin (10/08/2026)

Dia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa UMS Rappang yang mengikuti program magang internasional agar menjaga nama baik almamater dan menunjukkan sikap profesional selama berada di negara tujuan.

Menurutnya, kesempatan magang di luar negeri harus dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring internasional.

“Semoga pengalaman Suswanto di The Walden Yilan menjadi bekal berharga untuk masa depan, meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil peluang di tingkat internasional,” harapnya.

Pengalaman Suswanto di Taiwan menunjukkan bahwa program magang internasional tidak semata-mata tentang pengalaman bekerja. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan budaya baru, membangun komunikasi, menghargai rekan kerja, dan menjadi bagian dari sebuah tim.

Bagi UMS Rappang, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa memiliki kompetensi dan pengalaman global sehingga lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *