Tabrakan Berujung Penyiksaan, Korban Asshar dibawah umur Dianiaya Lalu Diseret Kedalam Mobil

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 12:39 0 49 Bahri Layya

Metromilenial online.SIDRAP, – Tindakan biadab tanpa rasa kemanusiaan terjadi di Jl. Andi Makkasau Kel. Pangkejene Kec. Maritengngae Kab. Sidrap, Selasa 4 Agustus 2026 sekitar jam 22.00 Wita.

Oplus_131072


Seorang anak di bawah umur bernama Asshar (16) yang baru saja ditabrak motor, bukannya ditolong, melainkan dianiaya dan diseret paksa masuk mobil, lalu kembali dianiaya secara beramai-ramai oleh 6 orang pelaku.

Kejadian ini memicu kemarahan keluarga korban. Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/500/VIII/2026/SPKT/RES.SIDRAP /POLDA SULSEL, Pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2026 Sekitar jam 22.00 Wita, korban menjelaskan awal kronologi yang dialaminya berawal pelapor bersama saksi ILHAM sedang naik motor di Tempat Kejadian Perkara.

Baca Juga : Personel Koramil 1405-08/Tanete Riaja Gelar Karya Bakti Bersihkan Bahu Jalan dan Parit
Kemudian korban ditabrak dari belakang oleh pengendara motor yang tidak dikenalinya sehingga korban terpental dan terjatuh.

Ironisnya, bukanya menolong korban, pelaku lain datang menggunakan mobil yang berjumlah kurang lebih 6 orang langsung menganiaya korban dengan menggunakan tangan sebuah benda tumpul.

Kekejaman tak berhenti di situ. Pelaku yang berjumlah kurang lebih enam orang kemudian menyeret korban secara kasar dan paksa masuk ke dalam mobil. Di dalam kendaraan, penyiksaan kembali dilakukan: korban dipukul, ditendang, dan diancam berkali-kali tanpa belas kasihan.

Baca Juga : Satresnarkoba Polres Berau Amankan Tersangka Peredaran Narkoba dengan Barang Bukti 3,30 Gram Sabu
Usai melakukan penganiayaan, korban diturunkan di jalan perikanan Kel.Lakessi Kec. Maritengngae Kab. Sidrap.

Akibat kejadian yang dialaminya korban mengalami luka gores pada jidat, hidung, leher, kaki kiri, dan dibawah mata kiri serta luka lebam pada mata kiri.

Sementara paman korban yang mendampinginya mengaku “tak terima kemanakanya dianiaya tanpa alasan.

“Anak kami sudah terluka ditabrak, malah disiksa lebih parah. Ini bukan lagi kelalaian, tapi niat jahat yang direncanakan. Kami minta pelaku tidak boleh berkeliaran bebas,” ujar paman korban.(Tim/*))

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *