PPG UMS Rappang Tingkatkan Kompetensi Mentor Pendamping Calon Guru

waktu baca 3 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 12:17 0 52 Bahri Layya



Metromilenial online com, MAKASSAR – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) memperkuat kompetensi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Guru Pamong melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembimbingan dan Pendampingan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) PPG bagi Calon Guru Tahun 2026.

Bimtek digelar selama tiga hari, Jumat-Ahad (7-9 Agustus 2026), di Hotel Golden Tulip Essential Makassar. Kegiatan ini diikuti DPL dan Guru Pamong yang akan terlibat langsung dalam proses pembimbingan dan pendampingan peserta PPG selama melaksanakan PPL.

Koordinator PPG UMS Rappang, Dr. Muhammad Hanafi, M.Pd., mengatakan Bimtek tersebut penting untuk memastikan proses pembimbingan PPL berjalan terarah, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi calon guru.

Menurutnya, pendampingan PPL tidak sebatas mengawasi praktik mengajar. Calon guru juga perlu mendapatkan pengalaman profesional, ruang refleksi, serta umpan balik yang dapat membantu mereka berkembang sebagai pendidik.

“Pembimbingan dan pendampingan PPL tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan praktik mengajar, tetapi juga bagaimana calon guru mendapatkan pengalaman profesional, refleksi, serta pendampingan yang mampu membentuk karakter dan kompetensi mereka sebagai pendidik,” ujarnya.

Bimtek dikemas dengan sejumlah materi dan praktik pembimbingan. Pada hari pertama, peserta mengikuti registrasi, pembukaan, pretest, materi PPL, serta prinsip pembimbingan dan pendampingan PPL.

Materi tersebut menghadirkan Dr. Aswadi, M.Pd., dan Ruswati, S.Pd., sebagai narasumber.

Pada hari kedua, materi diarahkan pada penguatan kapasitas mentor, mulai dari refleksi peran mentor, citra diri mentor, tahapan mentoring, hingga integrasi proses mentoring dalam pembimbingan dan pendampingan PPL.

Peserta juga mengikuti role play untuk mempraktikkan proses mentoring dan menghadapi berbagai situasi yang berpotensi muncul selama pendampingan calon guru.

Sementara hari terakhir diisi dengan refleksi, penyusunan rencana tindak lanjut, post-test, dan penutupan.

Rangkaian tersebut diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami konsep mentoring, tetapi juga siap menerapkannya dalam proses pendampingan PPL di lapangan.

PPG UMS Rappang melibatkan sembilan dosen dan sembilan guru pamong sebagai bagian dari tim pembimbing PPL calon guru tahun 2026.

DPL dan Guru Pamong memiliki peran strategis dalam pelaksanaan PPL. Keduanya tidak hanya memberikan supervisi terhadap praktik mengajar peserta, tetapi juga memberikan mentoring, refleksi, dan umpan balik selama calon guru menjalani pengalaman praktik di sekolah.

Melalui Bimtek ini, PPG UMS Rappang berupaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kapasitas para mentor agar proses pendampingan peserta PPG dapat berjalan lebih efektif.

Penguatan kompetensi mentor dinilai penting seiring dengan tuntutan terhadap guru yang semakin kompleks. Calon guru tidak hanya dituntut menguasai materi dan kompetensi pedagogik, tetapi juga harus mampu beradaptasi, berkomunikasi, melakukan refleksi, serta mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Dengan sistem pembimbingan yang terarah dan mentor yang kompeten, peserta PPG diharapkan dapat menjalani PPL secara optimal dan memperoleh pengalaman nyata sebagai calon guru profesional.

Bimtek tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PPG UMS Rappang dalam menyiapkan calon guru yang profesional, adaptif, reflektif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *