
–
–
Metromilenial online.com,SIDRAP –- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan VIII Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Posko Desa Lombo menggelar Workshop Pengolahan Teh Rimpang sebagai upaya mengoptimalkan potensi hasil perkebunan menjadi produk herbal bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lombo, Jumat (31/7/2026) malam.
Workshop diikuti aparat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta puluhan warga yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Dalam workshop tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai manfaat berbagai tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan serai yang selama ini banyak dibudidayakan masyarakat. Peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pengolahan teh rimpang, mulai dari pemilihan dan pembersihan bahan, proses pengeringan, pencampuran, hingga teknik pengemasan agar menghasilkan produk yang siap dipasarkan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN UMS Rappang Posko Desa Lombo, Muh. Ilham, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perkebunan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Melalui workshop ini kami berharap masyarakat dapat mengembangkan teh rimpang sebagai produk unggulan desa. Potensi perkebunan yang selama ini dimanfaatkan secara sederhana dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan,” ujar mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) itu.
Menurutnya, teh rimpang memiliki prospek yang cukup menjanjikan karena selain kaya manfaat kesehatan berkat kandungan senyawa alami seperti gingerol pada jahe dan kurkumin pada kunyit, produk ini juga memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai minuman herbal khas desa.
Selain pelatihan produksi, mahasiswa KKN turut memperkenalkan teknik pengemasan yang menarik serta memberikan pemahaman dasar mengenai strategi pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sehingga dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Muh. Ilham menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Desa Lombo, aparat desa, dan partisipasi aktif masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian workshop.
“Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan inovasi ini meski masa KKN telah berakhir,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMS Rappang berharap pemanfaatan hasil perkebunan lokal tidak lagi sebatas konsumsi rumah tangga, tetapi berkembang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Desa Lombo (Barla/*)
Tidak ada komentar