Sidrap Juara Umum Porsenijar PGRI Sulsel, Bupati Sidrap Apresiasi

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 22:21 0 29 Bahri Layya

Metromilenial online.com, Setelah berjuang keras dalam bertanding , tim Delegasi Porsenijar PGRI Sulsel selaku tuan rumah di Bumi Nene Mallomo, Akhirnya Kabupaten Sidrap sukses mencatatkan sejarah dengan keluar sebagai Juara Umum Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Ajang yang berlangsung di Kabupaten Sidrap pada 2–6 Juli 2026 itu tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mengantarkan kontingen tuan rumah menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan.

Sidrap memastikan diri berada di puncak klasemen akhir setelah mengoleksi 4 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu. Raihan tersebut mengungguli sejumlah daerah kuat, seperti Kota Makassar, Kabupaten Barru, Gowa, Bone, Wajo, Bulukumba, hingga Pinrang.

Empat medali emas diraih dari cabang Pembelajaran Jenjang SMP/MTs, Vocal Group, Pembacaan Ikrar Guru, dan Nyanyi Solo. Tiga medali perak diperoleh dari Tari Kreasi, Tenis Lapangan, dan MTQ Putra. Sementara lima medali perunggu disumbangkan melalui cabang Melukis, Tenis Meja, Petanque Putra, Mendongeng Putra, dan Tari Tunggal.

Prestasi tersebut melengkapi keberhasilan Sidrap sebagai tuan rumah Porsenijar PGRI Sulsel 2026 yang diikuti puluhan ribu guru dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan sekaligus prestasi yang diraih kontingen Sidrap. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil persiapan panjang yang telah dilakukan sejak peringatan Hari Guru Nasional 2025.

“Alhamdulillah, hanya kata itu yang bisa saya ucapkan. Semua berjalan sesuai rencana. Kami mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari, mulai dari rapat, seleksi atlet hingga pelatihan. Sebagai tuan rumah, kami ingin memberikan penyelenggaraan terbaik sekaligus menunjukkan prestasi tanpa mengandalkan status sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Nurkanaah menjelaskan, seleksi dilakukan melalui Porseni antar guru tingkat kabupaten. Para peserta terbaik dari seluruh kecamatan kemudian dibina untuk mewakili Sidrap di tingkat provinsi.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif yang dinilai memberikan banyak gagasan dalam penyelenggaraan kegiatan. Salah satunya adalah konsep pembukaan yang diawali dengan seremoni resmi sebelum defile kontingen, sehingga seluruh peserta tetap berada di arena hingga akhir acara.

“Alhamdulillah, pembukaan Porsenijar di Sidrap menjadi perbincangan dan trending di berbagai media sosial. Banyak daerah memberikan apresiasi terhadap konsep pembukaan yang kami laksanakan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, panitia, official, dan peserta yang telah menyukseskan Porsenijar PGRI Sulsel 2026.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat Sidrap. Berdasarkan data panitia, sekitar 75 ribu orang hadir selama pelaksanaan kegiatan dengan sekitar 12.500 kendaraan memasuki wilayah Kabupaten Sidrap.

“Pelaksanaan Porsenijar berhasil memberikan multiplier effect ekonomi yang besar bagi masyarakat. UMKM bergerak, penginapan penuh, rumah-rumah warga menerima tamu, dan aktivitas ekonomi meningkat. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin.

Ia juga mengapresiasi keramahan masyarakat Sidrap yang dinilainya menjadi salah satu faktor suksesnya penyelenggaraan kegiatan.

“Karakter masyarakat Sidrap adalah senang melayani tamu dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Banyak warga yang menjamu tamunya dengan biaya pribadi sebagai bentuk penghormatan kepada para peserta dari berbagai daerah,” katanya.

Terkait keberhasilan menjadi juara umum, Syaharuddin menegaskan bahwa seluruh kontingen Sidrap bertanding secara profesional.

“Saya sejak awal meminta seluruh peserta menunjukkan kemampuan dan prestasi. Walaupun kita tuan rumah, kita harus bertanding secara profesional. Alhamdulillah, hasilnya di luar dugaan, Sidrap berhasil menjadi juara umum,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas guru-guru di Kabupaten Sidrap. Ia meyakini prestasi para guru akan berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan serta menjadi motivasi bagi para siswa.

“Kalau guru memiliki kualitas, percaya diri, dan berprestasi, maka siswa juga akan ikut termotivasi. Momentum Porsenijar ini menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa guru-guru Sidrap memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa,” tutup Syaharuddin.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *