Kepala Desa Bahodopi Bantah Tuduhan Pungli, Sebut Pemberitaan Tidak Berdasar dan Cederai Martabat

waktu baca 2 menit
Jumat, 15 Mei 2026 12:46 0 115 Bahri Layya

Metromilenial online.com, MOROWALI – Kepala Desa Bahodopi Kabupaten Morowali secara resmi menyampaikan keberatan kerasnya terkait pemberitaan yang beredar belakangan ini yang memuat dugaan praktik pungutan liar sebesar seratus ribu rupiah dalam pelayanan pengurusan surat keterangan domisili. Ia menilai narasi yang dibangun dalam berita tersebut bersifat tendensius dan terkesan melakukan penghakiman sepihak atau trial by press tanpa didasari bukti‑bukti yang sah dan valid.

Dalam keterangan resminya, Kepala Desa Bahodopi menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah memberikan perintah maupun instruksi kepada aparat desa untuk memungut biaya tambahan apa pun dari masyarakat dalam proses pengurusan dokumen kependudukan.

“Saya secara pribadi tidak mengetahui sama sekali adanya praktik pungutan tersebut, apalagi sampai memberikan instruksi untuk mematok tarif tertentu kepada warga. Tuduhan yang menyebutkan seolah‑olah saya berada di balik perbuatan itu merupakan fitnah yang sangat keji dan tidak berdasar” tegasnya.

Pihak Kepala Desa sangat menyayangkan isi pemberitaan sebelumnya yang dinilai telah menggiring opini publik seolah‑olah tindakan oknum aparat desa merupakan perintah atau kebijakan pimpinan, padahal dilakukan tanpa verifikasi fakta yang mendalam dan akurat.

Atas dasar hal tersebut, Kepala Desa Bahodopi menyampaikan keberatan keras sekaligus menantang pihak wartawan dan lembaga swadaya masyarakat LSM lira untuk Membuktikan secara nyata dan konkret data atau dokumen yang sah yang menunjukkan adanya perintah langsung dari Kepala Desa terkait kebijakan pungutan biaya tersebut.
Menghargai asas praduga tak bersalah yang dijunjung tinggi dalam sistem hukum sebelum menyebarluaskan informasi yang bersifat spekulatif dan merugikan pihak lain.

Pemberitaan tersebut dirasakan sangat mencederai harkat, martabat, serta nama baiknya selaku pemimpin desa maupun kepala keluarga di tengah masyarakat. Mengingat rekam jejak yang selama ini dikenal sebagai sosok berjiwa sosial tinggi dan memiliki kemapanan ekonomi, tuduhan tersebut dinilai sangat tidak masuk akal serta berpotensi besar sebagai upaya pembunuhan karakter semata.

“Pemberitaan ini tidak lagi sekadar penyampaian informasi, namun sudah terang‑terangan mencederai martabat saya selaku pemimpin desa dan kepala keluarga. Kami meminta kepada media terkait untuk segera meluruskan informasi yang keliru ini sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik mengenai hak jawab” pungkasnya.(Sukamri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *