Tingkatkan Daya Saing, UMS Rappang Intensifkan Pembinaan PKM Mahasiswa

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Apr 2026 05:47 0 88 Bahri Layya

Metromilenial online com, SIDRAP— Universitas Muhammadiyah
Sidenreng Rappang (UMS Rappang) terus mendorong mahasiswanya mampu bersaing tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga hingga level nasional melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembinaan intensif guna meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu lolos dalam seleksi PKM, program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Pada Sabtu (4/4/2026), puluhan mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan coaching clinic PKM yang digelar di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang. Kegiatan ini dipandu langsung oleh penanggung jawab PKM, Isumarni, S.Pd., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan berbagai ide proposal, mulai dari pelestarian seni tradisional hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Salah satu peserta, Arma Haris, mengangkat tema pelestarian musik kecapi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Ia menilai, kesenian tradisional tersebut mulai ditinggalkan oleh generasi muda.
“Musik kecapi di Sidrap sudah mulai menghilang. Karena itu, kami ingin mengemasnya lebih modern agar generasi Z tertarik kembali,” ujar Arma.
Ia optimistis proposal yang disusunnya bersama tim berpeluang lolos dan mendapatkan pendanaan. Saat ini, timnya masih dalam tahap revisi sebelum pengusulan resmi.
Selain itu, Nurbina Utami dari Program Studi Administrasi Publik mengangkat topik riset sosial humaniora terkait persepsi generasi Z terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam pengerjaan tugas kuliah.
Penelitian tersebut mengkaji pro dan kontra penggunaan teknologi AI seperti ChatGPT, Gemini, dan lainnya di lingkungan pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Sidenreng Rappang.
“Penggunaan AI sekarang sangat marak. Kami ingin melihat bagaimana persepsi penggunaannya, baik dari sisi positif maupun negatif,” kata Nurbina.
Ia menambahkan, proposal tersebut merupakan pengembangan dari tugas mata kuliah metode penelitian sosial yang kemudian diperdalam untuk diikutkan dalam PKM.
Sementara itu, penanggung jawab PKM UMS Rappang, Isumarni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian awal dari rangkaian pembinaan.
“Ini adalah coaching clinic PKM tahap pertama. Selanjutnya akan ada tahap lanjutan dengan menghadirkan narasumber yang lebih ahli,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan pra-coaching ini juga bertujuan untuk memetakan kesiapan tim mahasiswa yang akan mewakili kampus dalam pengajuan proposal.
“Sekitar 20 mahasiswa hadir, yang terbagi dalam beberapa tim beranggotakan 3 hingga 5 orang. Alhamdulillah, hampir semua program studi sudah terwakili,” jelasnya.
Isumarni berharap jumlah proposal yang diajukan tahun ini meningkat signifikan, termasuk peluang untuk lolos hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
“Harapannya, tidak hanya jumlah proposal yang meningkat, tetapi juga ada yang berhasil lolos hingga Pimnas,” harapnya.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *