
Metromilenial online com, SIDRAP — Suasana Rumah Jabatan Bupati Sidenreng Rappang, Senin malam, 18 Mei 2026, berbeda dari biasanya. Halaman yang sehari-hari tampak tenang mendadak dipenuhi ratusan orang. Cahaya lampu menerangi wajah-wajah penuh harap, sementara suara percakapan bercampur dengan lantunan doa dan tangis haru keluarga yang mengantar orang-orang tercinta menuju perjalanan suci.
Malam itu, sebanyak 368 jemaah haji reguler yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 40 resmi dilepas menuju Tanah Suci Mekkah.
Di sudut halaman, seorang ibu tampak menggenggam erat tangan anaknya sebelum perlahan melepas pelukan. Tak jauh dari sana, beberapa keluarga sibuk mengabadikan momen terakhir bersama sebelum keberangkatan
Ada yang tersenyum menenangkan keluarga, ada pula yang berkaca-kaca menahan haru.
Bagi sebagian besar jemaah, keberangkatan ini bukan perjalanan biasa. Ia adalah puncak penantian panjang, hasil dari doa yang dipanjatkan bertahun-tahun, bahkan ada yang harus menunggu belasan tahun demi mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.
pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif. Turut hadir Wakil Bupati Sidrap Hj. Nurkanaah, Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menambah hangat suasana kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa total jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang pada musim haji 2026 mencapai 767 orang. Ia berharap kuota haji untuk Kabupaten Sidrap dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
“Kami juga mohon doa dari bapak ibu sekalian, semoga Pemerintah Kabupaten Sidrap dan seluruh perangkatnya selalu diberi kekuatan untuk bekerja memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Syaharuddin.
Kalimat itu disambut khidmat oleh para jemaah. Sebagian tampak menundukkan kepala, mendengarkan dengan penuh kekhusyukan. Sementara keluarga terus mendampingi hingga detik-detik terakhir keberangkatan.
Meski berlangsung tertib, suasana malam itu tetap terasa hangat dan akrab. Tidak ada jarak antara pejabat daerah, jemaah, maupun masyarakat yang hadir. Semua larut dalam perasaan yang sama: haru, syukur, dan doa.
Menjelang akhir acara, satu per satu jemaah mulai bergerak menuju bus yang telah disiapkan. Langkah mereka perlahan meninggalkan halaman rumah jabatan, diiringi lambaian tangan keluarga yang masih berdiri menatap hingga kendaraan mulai bergerak.
Tangis kembali pecah ketika pintu bus tertutup. Sebagian keluarga terus melambaikan tangan, seolah tak ingin melewatkan detik terakhir sebelum keberangkatan.
Malam pelepasan itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar seremoni resmi. Ia menjelma menjadi potret tentang cinta keluarga, pengorbanan, dan harapan besar masyarakat Sidrap yang mengiringi Kloter 40 menuju Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.(*)
Tidak ada komentar