Masjid Al-Hijrah dan Rumah Tahfidz Muhammadiyah Akan Dibangun di Manisa, Butuhkan Anggaran Rp905 Juta

waktu baca 3 menit
Kamis, 24 Sep 2026 06:57 0 25 Bahri Layya

Metromilenial online.com, SIDRAP — Pengelola Rumah Wakaf Muhammadiyah bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Baranti dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Manisa merencanakan pembangunan Masjid Al-Hijrah Muhammadiyah Manisa dan Rumah Tahfidz Al-Qur’an di Kelurahan Manisa, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Pembangunan kompleks tersebut direncanakan di atas lahan wakaf seluas sekitar 800 meter persegi yang berada di Jalan Pasar Manisa, sebelah utara Pasar Manisa.

Sekretaris Pengelola Rumah Wakaf Muhammadiyah Baranti, Kamaruddin Sellang, S.Sos., M.A.P., mengatakan pembangunan tersebut ditujukan untuk mengembangkan fungsi aset wakaf menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan Al-Qur’an, tahfidz, dakwah, dan pembinaan masyarakat.

“Rencana pembangunan ini untuk menjadikan aset wakaf yang ada sebagai pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, tahfidz, dakwah, dan pembinaan masyarakat,” kata Kamaruddin S saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).
Menurut Kamaruddin, pembangunan tersebut juga dilatarbelakangi keterbatasan fasilitas pembinaan tahfidz di lingkungan Cabang Muhammadiyah Baranti, khususnya di Ranting Muhammadiyah Manisa. Selain itu, rumah wakaf yang tersedia saat ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, pengelola bersama PCM Baranti dan PRM Manisa merancang pembangunan kompleks yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Dalam rencana tersebut, Masjid Al-Hijrah Muhammadiyah Manisa akan memiliki kapasitas sekitar 200 jamaah. Kompleks tersebut juga dilengkapi asrama santri putra seluas sekitar 80 meter persegi dengan kapasitas sekitar 30-50 santri.
Sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan, di antaranya rumah pembina, dapur umum, WC/toilet dan kamar mandi, pagar, pondasi, serta dua titik sumur bor.

“Harapannya, pembangunan ini nantinya bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama dalam kegiatan ibadah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan santri, dakwah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Berdasarkan estimasi awal dalam proposal pembangunan, total kebutuhan anggaran mencapai Rp905 juta. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan masjid, rumah tahfidz dan asrama santri, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Kamaruddin mengatakan pembangunan akan mengandalkan dukungan dari berbagai pihak. Sumber dukungan yang direncanakan antara lain donatur individu, wakaf masyarakat, jaringan Muhammadiyah, amal usaha Muhammadiyah, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Partisipasi masyarakat dan pihak lainnya dapat diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari donasi dana, wakaf, material bangunan, jasa atau tenaga profesional, maupun bentuk dukungan lainnya yang dapat dikoordinasikan dengan pengelola.
“Setiap bantuan yang masuk akan dicatat dan dipertanggungjawabkan melalui mekanisme pengelolaan dan pelaporan yang disiapkan oleh pengurus,” jelas Kamaruddin.

Tahapan awal pembangunan Masjid Al-Hijrah Muhammadiyah Manisa dijadwalkan dimulai pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan tersebut akan ditandai dengan peletakan batu pertama sekaligus dimulainya pekerjaan pondasi masjid.

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut direncanakan dihadiri para sesepuh dan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidrap, PCM Baranti, PRM Manisa, serta pimpinan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) dan Institut Teknologi Kesehatan (ITKes) Muhammadiyah Sidrap.

Pengelola berharap dukungan berbagai pihak dapat mempercepat terwujudnya pembangunan kompleks tersebut sehingga lahan wakaf yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Ini merupakan ikhtiar bersama agar aset wakaf dapat dimanfaatkan secara produktif untuk kepentingan umat,” pungkasnya.(Bahri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *