
Metromilenial online.com, SIDRAP — Pesantren Mahasiswa (Pesma) 2026 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) resmi berakhir.
Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (24/8/2026) di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang itu ditutup oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Kamis (27/8/2026) malam.
Penutupan Pesma 2026 tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan bagi mahasiswa baru, tetapi juga meninggalkan beragam kesan. Sejumlah mahasiswa mengaku mendapatkan pengalaman baru, mulai dari belajar disiplin hingga memperluas pertemanan.
Salah satunya Muhammad Rizki Kurniawan, mahasiswa baru Program Studi Ilmu Pemerintahan UMS Rappang yang berasal dari Kabupaten Enrekang. Dia mengaku terkesan dengan kedisiplinan panitia serta materi yang diberikan selama mengikuti Pesma.
“Alhamdulillah, selama beberapa hari di UMS Rappang, kakak-kakak panitianya cukup tegas, baik, dan disiplin. Teman-teman juga senang bergabung di kampus ini,” katanya.
Menurutnya, Pesma memberikan banyak pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akademik, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa. Peserta diajarkan mengenai kedisiplinan waktu, kejujuran, dan amanah.
“Di Pesma kita diajarkan kedisiplinan, tepat waktu, kejujuran, dan amanah. Materi dari rektor maupun kakak-kakak alumni juga sangat baik dan bermanfaat,” ujarnya.
Rizky mengaku aktif bertanya selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kesempatan berdiskusi dengan pemateri membuatnya mendapatkan wawasan baru.
“Kalau ada yang belum saya pahami dari materi atau presentasi yang disampaikan, saya banyak bertanya. Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak manfaat dari jawaban-jawaban mereka,” tuturnya.
Dia juga mengungkapkan alasannya memilih Program Studi Ilmu Pemerintahan. Iamengaku termotivasi setelah mengetahui adanya alumni UMS Rappang yang kini menjadi kepala daerah di Kabupaten Sidrap.
“Saya termotivasi dengan Bupati Sidrap sekarang. Saya mendengar ada alumni UMS Rappang yang menjabat sebagai Bupati Sidrap, sehingga saya tertarik mendaftar di sini,” jelasnya.
Sementara Rara mahasiswa baru lainnya, yang memilih Program Studi Administrasi Publik, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti Pesma, terutama dalam membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah.
“Seru karena banyak teman baru. Di Pesma kita bisa mendapatkan persaudaraan karena bisa dekat dengan teman-teman yang berbeda kampung,” ungkapnya.
Menurut dia, keberagaman program studi dan latar belakang mahasiswa membuat peserta memiliki kesempatan untuk saling mengenal. Mahasiswa baru dari berbagai program studi seperti Administrasi Publik, Teknologi Pendidikan, hingga Bisnis Digital dapat berinteraksi selama kegiatan.
“Sebagai mahasiswa baru, semoga ke depannya kami bisa bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dimulai dan bisa menjadi orang yang sukses,” katanya.
Sementara itu, Nurhazriana, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital yang berasal dari Kalimantan Utara, mengaku senang bisa mengikuti Pesma 2026. Selain memperoleh pengalaman baru, dia juga mendapatkan banyak teman.
“Kesannya sangat menyenangkan. Dapat banyak teman dan pengalaman baru,” katanya.
Nurhazriana memilih Program Studi Bisnis Digital karena ingin mengembangkan kemampuan di bidang usaha yang menurutnya semakin erat dengan perkembangan teknologi.
“Saya memilih Bisnis Digital karena ingin membuka usaha di era digital seperti sekarang,” jelasnya.
Rangkaian Pesma 2026 pun menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus membangun relasi sebelum memasuki aktivitas perkuliahan.
Beragam pengalaman yang mereka dapatkan selama Pesma diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa baru UMS Rappang dalam menjalani kehidupan akademik dan organisasi di lingkungan kampus.(*)
Tidak ada komentar