
Metromilenial online com, SIDRAP – Kegiatan pelatihan berbasis kompetensi Tailor Made Training Program pelatihan Pembuatan Produk unggas yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) ditutup pada Selasa (04/08/2026).
Pelatihan berbasis kompetensi yang berlangsung selama 10 hari tersebut merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama Yayasan Formasi Mallomo dengan Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang.
Penutupan pelatihan dilakukan oleh Kasubbag Umum BPVP Pangkep, Ir. Akhmar, S.T., M.A.P., serta dihadiri Ketua Yayasan Formasi Mallomo Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., Sekretaris Yayasan Dr. Abdul Jabbar, dan Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang sekaligus instruktur pelatihan, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd.
Selama pelatihan, peserta dibekali keterampilan mengolah berbagai produk berbahan dasar unggas sesuai standar industri. Mereka mempraktikkan pembuatan sedikitnya 12 menu olahan unggas, mulai dari ayam lengkuas, bebek bumbu hitam, chicken butter, chicken sandwich, sup ayam, ayam crispy, hingga berbagai menu inovatif yang memiliki nilai jual.
Dalam kegiatan tersebut Rektor UMS Rappang Prof.Dr. H.Jamaluddin Ahmad,S.Sos,M.Si berkesempatan mencicipi langsung hasil karya para peserta tersebut.
Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Damayanti Trisnasari, mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan memasak, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan peserta.
“Hari ini peserta mampu menghasilkan 12 produk olahan unggas, bahkan mereka juga ditantang menciptakan satu produk inovasi yang mudah diproduksi dan memiliki peluang dipasarkan. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti saat pelatihan selesai, tetapi bisa menjadi bekal membuka usaha maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Damayanti, pelaksanaan pelatihan tersebut juga sejalan dengan konsep teaching factory yang selama ini dikembangkan UMS Rappang melalui Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner.
Ia menjelaskan bahwa unit produksi prodi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran sekaligus bisnis yang melibatkan mahasiswa dalam proses produksi. Bahkan, omzet unit produksi tersebut telah mencapai ratusan juta rupiah setiap semester.
“Kami memang fokus membangun teaching factory. Saat ini mahasiswa kami banyak yang sedang mengikuti magang industri di Taiwan. Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menyiapkan sumber daya manusia baru yang nantinya dapat terlibat dalam berbagai kegiatan produksi maupun peluang kerja yang kami miliki,” jelasnya.
Damayanti juga membuka peluang bagi peserta terbaik untuk terlibat dalam berbagai program kerja sama industri yang dimiliki UMS Rappang, termasuk kesempatan mengikuti program magang di luar negeri apabila memenuhi kompetensi yang dibutuhkan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Formasi Mallomo, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Ia berharap kerja sama dengan BPVP Pangkep dan UMS Rappang dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami melihat minat masyarakat sangat tinggi. Bahkan pemerintah kelurahan dan kecamatan sudah meminta agar kuota peserta diperbanyak jika program ini kembali dilaksanakan. Ini menunjukkan pelatihan seperti ini benar-benar dibutuhkan masyarakat,” katanya Dr. Rais yang juga menjabat Wakil Rektor I UMS Rappang.
Salah seorang peserta, Eva Puspita Sari, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti pelatihan. Meski jadwal praktik cukup padat, ia merasa seluruh proses pembelajaran sangat menyenangkan.
“Selama 10 hari kami belajar banyak menu olahan unggas. Memang capek, tetapi begitu melihat hasil masakan dinikmati orang lain, rasa lelah langsung hilang. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuat kami lebih percaya diri untuk mencoba berwirausaha,” tuturnya.
Kasubbag Umum BPVP Pangkep, Ir. Akhmar, S.T., M.A.P., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pelatihan berbasis masyarakat yang dirancang agar peserta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Menurutnya, selain pelatihan pembuatan produk unggas, BPVP Pangkep juga melaksanakan pelatihan Recycling Specialist di Kabupaten Sidenreng Rappang melalui skema Tailor Made Training.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, baik dengan bekerja di industri maupun membuka usaha secara mandiri.
Akhmar mengaku terkesan dengan hasil produk yang dipresentasikan peserta. Setelah mencicipi seluruh menu yang disajikan, ia menilai kualitas produk sudah memenuhi standar industri perhotelan.
“Masakannya sangat baik, tampilannya menarik, rasanya juga sangat enak. Saya berani memberi nilai 95. Produk-produk ini sudah layak dipromosikan dan dikembangkan, bahkan berpotensi bekerja sama dengan industri kuliner maupun hotel bertaraf internasional,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, UMS Rappang kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga turut ambil bagian dalam pengabdian kepada Masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja profesional sekaligus wirausaha baru di bidang kuliner yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*)
Tidak ada komentar