
Metromilenial online.com, NUNUKAN – Buku karya dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Dr. Sofyan, B.S.I.P., M.A.P., mendapat perhatian Pemerintah Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Buku tersebut bahkan dibedah secara khusus dalam sebuah forum yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.
Kegiatan bedah buku berlangsung pada Jumat (1/8/2026) di Kecamatan Seimenggaris. Forum ini dihadiri jajaran pemerintah kecamatan, pemerintah desa kelurahan, tokoh Masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata di kawasan perbatasan.
Buku berjudul “Pengembangan Pariwisata Berbasis Partisipasi Masyarakat” dipilih sebagai bahan diskusi karena dinilai relevan dengan potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Seimenggaris. Pemerintah setempat berharap konsep yang ditawarkan dalam buku tersebut dapat menjadi referensi dalam mengembangkan destinasi wisata secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, pada Jumat (1/8/2026) kami berkesempatan memenuhi undangan Pemerintah Kecamatan Seimenggaris untuk membedah buku Pengembangan Pariwisata Berbasis Partisipasi Masyarakat. Ini merupakan kehormatan sekaligus bentuk kepercayaan terhadap karya akademik yang kami hasilkan,” ujar Dr. Sofyan saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dr. Sofyan, antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai strategi pengembangan pariwisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan aspek pelestarian budaya dan lingkungan.
Ia menjelaskan, buku tersebut menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam maupun besarnya investasi, melainkan juga oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
“Melalui partisipasi masyarakat, pariwisata dapat memberikan manfaat ekonomi, menjaga kelestarian budaya dan lingkungan, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Bedah buku ini diharapkan menjadi ruang diskusi yang memperkaya pemahaman sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelasnya.
Dr. Sofyan mengungkapkan, undangan tersebut berawal setelah dirinya menyerahkan buku kepada Pemerintah Kecamatan Seimenggaris beberapa bulan lalu. Setelah mempelajari isi buku tersebut, pemerintah setempat kemudian mengundangnya secara khusus untuk memberikan sosialisasi sekaligus membedah isi buku.
“Pemerintah Kecamatan Seimenggaris meminta saya datang karena mereka melihat buku ini sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan objek wisata di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Harapannya, konsep yang ada di dalam buku dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata daerah,” katanya.
Ia berharap, hasil diskusi dari kegiatan bedah buku tersebut dapat menjadi langkah awal lahirnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
“Semoga ilmu yang dibagikan melalui buku ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi inspirasi dalam membangun destinasi wisata yang berdaya saing serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan,” harapnya.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih salah satu dosennya. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah Simenggaris menjadi bukti bahwa hasil karya ilmiah dosen tidak hanya bermanfaat di lingkungan kampus, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi Pembangunan di masyarakat.
“Kami mengapresiasi undangan yang diberikan kepada Dr. Sofyan. Ini menunjukkan bahwa karya ilmiah dosen UMS Rappang memiliki manfaat dan mendapat pengakuan dari berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan negara,” ujarnya.
Rektor berharap semakin banyak dosen UMS Rappang yang menghasilkan karya ilmiah dan buku referensi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan berbagai sektor pembangunan.
“UMS Rappang akan terus mendorong budaya riset dan publikasi yang memberikan dampak bagi masyarakat. Hilirisasi hasil penelitian dan karya akademik harus terus diperkuat agar kehadiran perguruan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutupnya.(Bahri/*)
Tidak ada komentar