Mahasiswi Pascasarjana UMS Rappang Teliti Kecemasan Belajar Bahasa Inggris yang Pengaruhi Kemampuan Berbicara

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 11:09 0 36 Bahri Layya

Metromilenial onlne.com, SIDRAP – Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar Seminar Proposal Tesis. Kali ini, seminar diikuti oleh mahasiswi atas nama Aulia Pramudita Amalia di Ruang Ujian Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (3/8/2026).
Dalam seminar tersebut, Aulia mempresentasikan proposal tesis berjudul English Learning Anxiety and Its Influence on Students’ Speaking Performance in EFL Classroom. Penelitian ini mengkaji bagaimana tingkat kecemasan dalam belajar bahasa Inggris memengaruhi kemampuan berbicara mahasiswa pada kelas English as a Foreign Language (EFL).
Seminar berlangsung di hadapan tim penguji yang terdiri atas Dr. Ibrahim Manda, S.Pd., M.Pd., Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Dr. Nuraini K., M.Pd., serta Dr. Andi Sadapotto, M.Hum. Para penguji memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan proposal sebelum penelitian dilaksanakan.
Usai seminar, Aulia mengungkapkan rasa syukur karena berhasil melewati tahapan awal penyusunan tesis di Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang.
“Alhamdulillah seminar proposal saya telah berjalan dengan baik. Ini merupakan tahapan pertama dari rangkaian penyelesaian studi, setelah ini akan dilanjutkan dengan seminar hasil dan ujian tesis,” ujarnya.
Aulia menjelaskan, penelitian yang diangkat berfokus pada fenomena kecemasan belajar bahasa Inggris (English Learning Anxiety), khususnya rasa takut dan kurang percaya diri yang dialami mahasiswa atau siswa saat berbicara menggunakan bahasa Inggris.
“Ketika berbicara bahasa Inggris, banyak mahasiswa merasa takut melakukan kesalahan, baik dari sisi tata bahasa maupun cara penyampaian. Kondisi itu membuat mereka kurang percaya diri sehingga kemampuan berbicara menjadi tidak optimal. Penelitian ini akan melihat bagaimana kecemasan tersebut memengaruhi performa berbicara mereka di kelas EFL,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan masukan tim penguji, lokasi penelitian tidak hanya dilakukan di lingkungan UMS Rappang, tetapi diperluas ke beberapa perguruan tinggi, yakni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dan Universitas Muhammadiyah Parepare. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan data yang lebih beragam dan memperkuat hasil penelitian.
“Target penyelesaian penelitian sekitar dua bulan. Namun, saya berharap dapat menyelesaikannya lebih cepat sesuai dengan arahan dan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., berharap setiap mahasiswa Pascasarjana mampu menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Menurutnya, karya ilmiah mahasiswa tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan.
“Penelitian mahasiswa Pascasarjana harus memiliki nilai kebaruan, memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, serta dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi. Dengan demikian, hasil riset dapat memperkuat budaya akademik sekaligus mendukung visi UMS Rappang sebagai perguruan tinggi yang unggul, profesional, Islami, dan berdaya saing global melalui penguatan riset dan inovasi,” ujar Prof. Jamaluddin.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *