
Metromilenial online.com, SIDRAP – -Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., mengapresiasi Gerak Cepat (Gercep) dosen dan mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik (AP) dalam menindaklanjuti revisi artikel yang disampaikan editor dan reviewer jurnal internasional ICONPO yang berbasis di Hungaria.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Rektor meninjau langsung proses penyelesaian revisi artikel yang dilakukan oleh dosen sekaligus Wakil Rektor I UMS Rappang, Assoc. Prof. Dr. H. Muh. Rais Rahmat Razak, M.Si., bersama mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik UMS Rappang, Andi Mulyadi dan Ahmad, di Ruang Calon Doktor Administrasi Publik, Lantai 2 Gedung Pascasarjana UMS Rappang, Kamis (30/7). Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan pimpinan universitas terhadap percepatan publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus penguatan budaya riset di lingkungan UMS Rappang.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa kecepatan merespons setiap masukan dari editor dan reviewer merupakan bagian dari budaya akademik yang harus terus ditanamkan. Menurutnya, respons yang cepat tidak hanya mempercepat proses publikasi, tetapi juga mencerminkan keseriusan penulis dalam menjaga kualitas karya ilmiah.
“Saya mengapresiasi semangat dosen dan mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik yang bergerak cepat menyelesaikan revisi artikel. Respons yang cepat menunjukkan komitmen kita dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan mampu bersaing pada jurnal internasional bereputasi,” ujar Prof. Jamaluddin Ahmad.
Selain memberikan apresiasi atas percepatan penyelesaian revisi, Rektor juga menekankan pentingnya kepemilikan Researcher ID sebagai identitas akademik yang wajib dimiliki oleh dosen maupun mahasiswa doktor. Menurutnya, perkembangan publikasi ilmiah global menuntut setiap peneliti memiliki identitas digital yang mampu menghubungkan seluruh rekam jejak publikasi secara akurat.
Ia menjelaskan bahwa Researcher ID, termasuk ORCID iD, Scopus Author ID bagi penulis yang telah terindeks Scopus, serta identitas akademik lainnya, menjadi instrumen penting dalam memastikan karya ilmiah terhubung dengan penulis yang benar, menghindari duplikasi identitas, sekaligus meningkatkan visibilitas penelitian di tingkat internasional.
“Saat ini tidak cukup hanya memiliki artikel yang berkualitas. Setiap dosen dan mahasiswa doktor juga harus memiliki Researcher ID dan identitas akademik lainnya. Identitas tersebut menjadi kebutuhan dalam publikasi ilmiah internasional karena memudahkan pengelolaan profil peneliti, meningkatkan visibilitas karya ilmiah, memperkuat rekam jejak akademik, serta mendukung reputasi penulis dan institusi,” tegasnya.(Barla/*)
Tidak ada komentar