Puji Kaprodi Seni Kuliner Saat Latih Pengolahan Produk Unggas, BPVP Pangkep Juga Buka Peluang Kerjasama dengan UMS Rappang

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Jul 2026 05:55 0 1 Bahri Layya

Metromilenial online.com, SIDRAP – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep memberikan apresiasi kepada Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., yang dipercaya menjadi instruktur utama pada Pelatihan Berbasis Kompetensi skema Tailor Made Training (TMT) kejuruan Pengolahan Produk Unggas.
Pelatihan merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Assikolaki Formasi Mallomo dengan BPVP Pangkep, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Laboratorium Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang dan diikuti oleh 16 peserta.
Meski telah dimulai sejak 22 Juli 2026, pembukaan resmi pelatihan dilaksanakan pada Senin (27/7/2026). Kegiatan dibuka langsung oleh Subkoordinator BPVP Pangkep, As Syafi’i, S.IP., M.A.P., serta dihadiri Sekretaris PKBM Assikolaki Formasi Mallomo Dr. Abdul Jabbar, Lurah Maccorawalie, panitia, dan seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Dr. Abdul Jabbar menyampaikan apresiasi kepada BPVP Pangkep atas kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Formasi Mallomo sebagai mitra pelaksana program peningkatan kompetensi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Pangkep yang telah memberikan ruang kolaborasi kepada yayasan kami. Program ini menjadi kesempatan berharga untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan siap memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum penting bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan daya saing di tengah semakin ketatnya persaingan dunia kerja.
“Kami berharap pelatihan ini terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak generasi muda Sidrap yang memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan siap bekerja maupun berwirausaha,” katanya.
Sementara itu, Subkoordinator BPVP Pangkep As Syafi’i mengaku terkesan dengan metode pembelajaran yang diterapkan Damayanti Trisnasari selama pelatihan berlangsung.
Ia mengaku sempat ingin memastikan kesesuaian metode pembelajaran dengan standar pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Namun setelah melihat langsung proses pembelajaran, ia menilai pendekatan yang diterapkan sudah tepat.
“Saya baru pertama kali bertemu dengan Ibu Damayanti. Awalnya saya ingin memastikan apakah metode pembelajarannya sudah sesuai dengan standar pelatihan vokasi. Setelah saya melihat langsung prosesnya, ternyata sangat baik. Aspek pengetahuan disampaikan dengan sistematis sebelum peserta memasuki sesi praktik. Ini memang yang kami harapkan dalam pelatihan berbasis kompetensi,” ujarnya.
Menurut As Syafi’i, pelatihan berbasis kompetensi menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Komposisi pembelajaran juga didominasi praktik dengan porsi sekitar 70 persen, sedangkan teori hanya 30 persen.
Ia menjelaskan, pelatihan skema Tailor Made Training memiliki orientasi yang berbeda dibanding pelatihan reguler karena menitikberatkan pada penempatan kerja atau pemberdayaan peserta setelah pelatihan selesai.
“Target kami bukan hanya menghasilkan lulusan pelatihan, tetapi memastikan minimal 80 persen peserta bekerja, baik di perusahaan maupun berwirausaha secara mandiri. Kalau target itu tercapai, kami siap melanjutkan kolaborasi program ini pada tahun depan,” jelasnya.
As Syafi’i juga mengapresiasi peran Yayasan Formasi Mallomo yang aktif mengusulkan program pelatihan sehingga dapat dilaksanakan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, dan yayasan menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia turut membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan UMS Rappang melalui berbagai program pelatihan vokasi yang masih tersedia pada tahun ini.
“Kami melihat potensi kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang sangat besar. Mudah-mudahan ke depan bukan hanya melalui yayasan, tetapi juga langsung bersama UMS Rappang untuk mengembangkan program-program pelatihan vokasi lainnya,” tuturnya.
Pada akhir sambutannya, As Syafi’i mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu lulus uji kompetensi dan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri..(Bahri/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *