Mahasiswa Peternakan UMS Rappang Bakal Uji Khasiat Probiotik Air Asam Mangga untuk Ayam Broiler

waktu baca 2 menit
Jumat, 26 Jun 2026 08:30 0 45 Bahri Layya

Metromilenial online.cim, SIDRAP – Ardian Saputra S, mahasiswa Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), sukses menjalani ujian seminar proposal. Ujian ini berlangsung di Lantai 2 Gedung FAST pada Kamis (25/6/2026).
Dalam seminar tersebut, Ardian memaparkan rencana penelitian skripsinya yang cukup unik. Ia mengangkat judul ‘Pengaruh Pemberian Probiotik Air Asam Mangga dalam Air Minum Terhadap Performa Ayam Broiler’.
Ujian berlangsung dinamis dan interaktif. Ardian harus mempertahankan argumen akademisnya di hadapan tim penguji yang terdiri atas Armayani M, S.Si., M.Si. (Pembimbing I), Dr. Nurul Purnomo, S.Pt., M.Si. (Pembimbing II), serta Angga Nugraha, S.Pt., M.Pt. selaku dosen penelaah.
Ardian menjelaskan bahwa ide penelitian ini berangkat dari melimpahnya buah mangga di wilayah setempat, yang mana sisa asamnya belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, probiotik alami dari air asam mangga ini berpotensi besar meningkatkan efisiensi pencernaan ayam broiler.
“Kami melihat ada potensi besar dari probiotik lokal ini untuk meningkatkan performa dan bobot ayam broiler secara lebih organik. Kami berharap penelitian ini bisa menjadi alternatif suplemen pakan yang murah dan ramah lingkungan bagi para peternak,” ujar Ardian selepas ujian.
Sementara itu, Pembimbing I Armayani M menyampaikan bahwa proposal yang diajukan oleh Ardian memiliki kebaruan (novelty) yang sangat baik dan menyentuh pemanfaatan potensi daerah, dimana memanfaatkan potensi lokal di Sulsel yakni asam mangga. Namun, ia mengingatkan agar Ardian tetap teliti dalam metodologi penelitian di lapangan nanti.
Menurut Armayani, ketepatan dosis dan higienitas dalam pencampuran probiotik menjadi kunci utama validitas data. Jika dilakukan dengan benar, hasil riset ini dinilai bisa langsung diaplikasikan oleh masyarakat luas.
“Kami berharap Ardian bisa segera melakukan perbaikan sesuai masukan tim penelaah dan langsung tancap gas ke tahap penelitian lapangan. Riset-riset inovatif berbasis potensi lokal seperti inilah yang terus kita dorong di FAST UMS Rappang,” pungkas Armayani.(Bah/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *