Maraknya Bahan Bakar Solar ilegal masuk wilayah morowali terutama di kecamatan Bahodopi

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 10:35 0 6 Bahri Layya

Metromilenial onlne.com, Morowali menjadi sasaran empuk para pebisnis baik yang legal mau pun yang ilegal,dengan segala macam cara dan upaya pelaku bisnis ilegal mencari bekingan agar aman dalam menjalankan aksinya.

Di Desa Bahodopi terletak di sebuah kos kosan jalan menuju jetty depan Alfamidi super kami temukan beberapa yunit mobil tangki pemuat solar ilegal mereka tidak memiliki kontrak kerja sama dengan pihak pertamina sebagai mitra atau afiliasi pertamina.

Saat ini hanya ada empat perusahaan yang tercatat secara resmi di bawah naungan pertamina untuk wilayah palopo
PT.pada idi
PT.Trimigas utama
PT.CKDP
Sementara mobil mobil Tangki yang kami dapatkan parkir di depan kos semuanya dari palopo.

Kami lanjut menemui salah seorang sopir yang enggan di sebut namanya,setalah kami berdialog dia mengatakan saya tidak tahu apa-apa pak sy cuma sopir saja lebih jelas mungkin pak klu kita temui pengurusnya,lalu kami bergeser menemui pengurusnya lagi-lagi tidak ada juga respon atau jawaban hanya terdiam seribu bahasa.

Para pencari Pre-Order atau yang lasim kita dengar PO biasanya mereka meminta panjar kepada penerima barang,fakta yang kami temukan di lapangan bukan cuma satu atau dua perusahaan yang memesan solar yang sudah kena tipu oleh para pengurus tanda jadi sudah di serahkan tapi solarnya tidak kunjung datang,mirisnya lagi yang sering terjadi mobil tangki yang bermuatan 10 KL setelah di curah ke tangki perusahaan cuman 9 KL yang mereka keluarkan.

Bukan hanya itu terkadang transaksi masalah pembayaran sering kali juga orang-orang perusahaan yang memesan solar tertipu para pengurus solar,perusahaan sudah transper ke pemilik solar tapi terkadang para pengurus mengatakan kepada pembeli klu uangnya salah

Armada PT.katana dan PT Awin yang bertuliskan solar industri sementara pada kenyataannya bukan solar industri melainkan solar ilegal dengan penjualan ke konsumen cuma kisaran RP.19.000 sampai RP.20.000 sementara solar industri mencapai harga Rp.30.000 lebih.(Tim/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *