Metromilenial online com, SIDRAP–Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) berhasil menciptakan inovasi pangan dengan mengolah limbah putih telur menjadi produk sosis bernilai tinggi.
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas melimpahnya sisa bahan dari produksi bakery skala besar.
Limbah putih telur tersebut berasal dari produksi pesanan roti untuk program MBG yang mencapai puluhan ribu buah selama Ramadan, serta dari pembuatan kue kering yang menembus ribuan toples. Dalam proses tersebut, penggunaan kuning telur yang dominan menyisakan putih telur dalam jumlah besar yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua tim inovasi, Andi Tenri Intan, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari kondisi nyata di lapangan. “Jumlah putih telur yang tersisa sangat banyak, terutama saat produksi meningkat seperti di bulan Ramadan. Dari situ muncul ide untuk memanfaatkannya agar tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.
Dengan teknik pengolahan dan formulasi bahan yang tepat, putih telur berhasil diolah menjadi sosis dengan tekstur kenyal, cita rasa menarik, serta kandungan protein tinggi dan rendah lemak. Produk ini dinilai berpotensi menjadi alternatif pangan sehat yang dapat diterima masyarakat luas.
Dosen pembimbing sekaligus Ketua Program Studi, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu mahasiswa dalam menjawab persoalan industri. “Ini adalah contoh bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, produk sosis ini direncanakan akan dikembangkan sebagai bagian dari inovasi menu khas pada unit produksi katering “Dapur Nusantara”, yang merupakan salah satu unit praktik di Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner.
Pengembangan ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan produk sekaligus menjadi sarana pembelajaran berbasis industri bagi mahasiswa.
Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, inovasi ini juga berkontribusi dalam pengurangan limbah pangan. Pemanfaatan bahan sisa produksi bakery ini sejalan dengan prinsip zero waste yang kini semakin didorong dalam industri kuliner.
Ke depan, produk sosis putih telur ini diharapkan dapat dikembangkan ke tahap produksi yang lebih luas serta menjadi inspirasi bagi pelaku industri kuliner untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan sisa menjadi peluang usaha baru.(*)
Tidak ada komentar