
Oleh: Syamsuddin MS
Pemerhati masalah sosial dan Pemerintahan.
Malam ini, Jum’at 27/2 di halaman Masjid Agung Pangkajene panggung Tabligh Akbar berdiri kokoh dan syiar ramadhan menggema luas di jantung kota Sidrap. Masyarakat bergerak, bersilaturahmi, dan berjubel menghadirkan diri menyatu dengan seluruh sumber daya Pemerintahan SARkanaah, sekaligus menyaksikan secara langsung Ustad Das’ad Latif dalam mimbar gasspoll tausiah ramadhan
Malam ini, Bupati SAR dan masyarakat Sidrap terasa kuat bersepakat membumikan religiusitas sebagai agenda prioritas Pemerintahan SARkanaah. Sebuah upaya serius pemerintah sebagai ‘ulil amri’ mengakrabkan warganya di ruang religius. Sekaligus bisa dibaca sebagai kehendak merevitalisasi Sidrap religius, lumbung ulama dan lumbung penghafal Al Qur’an. Itu sebabnya, Tabligh Akbar malam ini hendaknya menjadi ruang reflektif pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun ikhtiar-menggerakkan ‘kesalehan kolektif’ dalam mewujudkan Sidrap yang baik, religius dan diberkahi.
Bupati SAR sendiri memotret Sidrap religius, lumbung ulama, dan lumbung penghafal Al-Quran sebagai program prioritas yang pelaksanaannya harus didesakkan agar bisa memuluskan program pembangunan lainnya. Oleh sebab itu, kegiatan serupa sejatinya terus digiatkan sampai ditingkat basis. Tujuannya, agar vitalitas pemerintahan SARkanaah bukan hanya berhasil pada pencapaian yang bersifat materil tapi juga menguat karena bangunan masyarakat religius ikut menopang dan mewarnai setiap ruang kerja dan pola interaksi saat ini dan kedepannya.
Berikutnya, hal yg tidak kalah pentingnya bahwa baik Bupati SAR maupun Das’ad Latif bertemu pada pandangan yang sama. Keduanya memaknai kepemimpinan yang berterima adalah yang melayani dan berdampak. Mendahulukan kepentingan masyarakat sebagai hal yg utama sementara yang bersifat personal menjadi urusanya berikutnya. Karenanya, kemuliaan Ramadhan sebagai bulan keberkahan hendaknya akan menumbuhkan rasa empati dan semangat solidaritas yang kuat sebagai makhluk Tuhan yang dihadirkan sebagai sebaik-sebaiknya ciptaan (baca; QS. Al-tin: 4). Semoga (*)
Tidak ada komentar