
Metromilenial online.com, Sidrap— Upaya penguatan kolaborasi antara pendidikan vokasi tingkat menengah dan perguruan tinggi semakin intensif.
Sebanyak 20 peserta Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Pengawas Sekolah dari berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua, melakukan kunjungan studi ke Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Senin 8 September 2025.

Oplus_131072
Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah sesi sharing informasi mendalam mengenai ekosistem pendidikan vokasi. Hal tersebut di ungkapkan Panitia KPTK , Rosita .
Menurutnya, Diskusi ini tidak hanya berfokus pada kurikulum dan program studi yang ditawarkan oleh Fakultas Vokasi Unhas, tetapi juga bagaimana kedua level pendidikan, baik SMK maupun perguruan tinggi vokasi dapat saling mendukung.
“Kunjungan ini dirancang sebagai jembatan komunikasi, memungkinkan para pengawas sebagai ujung tombak pembinaan di tingkat sekolah menengah, untuk memahami arah dan kebutuhan pendidikan tinggi vokasi.
Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi para pengawas dalam membina SMK agar menghasilkan lulusan yang relevan dan siap melanjutkan studi atau langsung terjun ke dunia kerja,”jelasnya.
Lebih Jauh, Rosita menjelaskan, Pertemuan ini dihadiri oleh para pihak yang memiliki peran strategis dalam pendidikan vokasi. Dari pihak peserta diklat pengawas, hadir sebanyak 20 orang perwakilan dari empat provinsi berbeda: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua.
“Kehadiran mereka menunjukkan skala kepentingan yang luas dan komitmen terhadap pengembangan pendidikan vokasi di wilayah masing-masing.
Dari tuan rumah, Fakultas Vokasi Unhas, rombongan diterima langsung oleh dua pejabat penting, Dekan Fakultas Vokasi, Prof. Dr. Ir. Muhammad Restu, M.P., dan Prof. Dr. Ida Laela. Kehadiran para pimpinan fakultas ini memberikan legitimasi dan kedalaman diskusi yang terjalin.
Sementara Safaruddin juga panitia mengatakan, kunjungan ini difasilitasi oleh tim dari KPTK (Balai Pendidikan dan Pelatihan Pusat) yang diwakili oleh dua widyaiswara berpengalaman, yaitu Muhammad Asri, S.Pd., M.Ed. dan Dr. Abdul Wakif.
Turut mendampingi pula panitia dari KPTK, Ibu Rosita dan Safaruddin. Kolaborasi antara akademisi, praktisi pelatihan, dan pengawas sekolah ini menciptakan suasana yang sangat kondusif dan produktif.
Acara bersejarah ini berlangsung di Kampus Tamalanrea Unhas Makassar yang merupakan pusat kegiatan akademik utama Universitas Hasanuddin.
Pertemuan bertempat di salah satu ruang pertemuan di lingkungan Fakultas Vokasi, yang dirancang untuk memfasilitasi diskusi yang interaktif dan nyaman. Lingkungan kampus Tamalanrea yang asri dan representatif semakin menambah nilai dari kunjungan studi ini, memberikan kesan profesionalisme dan keseriusan pihak Unhas dalam menyambut tamu-tamu pentingnya.
Kunjungan ini, dilaksanakan Senin, 8 September 2025 yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan Jadwal yang terstruktur memungkinkan sesi sambutan, pemaparan, diskusi tanya jawab, hingga sesi penutup dapat berjalan dengan efektif dan efisien, memastikan seluruh agenda tercapai dengan baik.
Alasan utama di balik kunjungan ini adalah kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan antara kurikulum pendidikan menengah kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dan standar yang diterapkan di perguruan tinggi vokasi,Kata,” Safaruddin .
Prof. Muhammad Restu, dalam sambutannya yang penuh semangat, menyoroti pentingnya jalur lanjutan bagi lulusan SMK. Beliau mengungkapkan bahwa lulusan SMK yang belum bekerja sangat dianjurkan untuk melanjutkan studi di sekolah vokasi. “Motivasi kerja yang tadinya memiliki semangat tinggi bisa diperkuat di sekolah vokasi,” ujar Prof. Restu.
Lebih jauh, Prof.
Restu menyampaikan sebuah terobosan penting. Fakultas Vokasi Unhas menyediakan fasilitas khusus berupa jalur masuk alumni SMK berprestasi. Jalur ini dirancang untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa-siswa berpotensi dari SMK untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dalam konteks inilah, peran para pengawas menjadi krusial. “Para pengawas bisa menjadi mediasi untuk jalur khusus tersebut,” tambah beliau, menunjuk pada peran strategis pengawas sekolah sebagai agen informasi dan fasilitator bagi siswa dan sekolah binaan mereka.
Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat oleh Prof. Muhammad Restu. Beliau tidak hanya memaparkan visi dan misi Fakultas Vokasi Unhas, tetapi juga membuka ruang diskusi yang sangat terbuka. Sesi ini menjadi momen krusial di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan dan menyampaikan aspirasi mereka.
Salah satu momen paling menarik adalah ketika seorang peserta dari Sidrap, Bapak Syaripuddin, mengajukan pertanyaan yang sangat relevan. Beliau bertanya tentang kemungkinan kolaborasi antara para pengawas dengan pihak fakultas, bahkan menawarkan diri untuk menjadi tenaga pengajar vokasi. Tawaran ini disambut dengan tanggapan yang sangat positif dari sang dekan.
Prof. Restu mengungkapkan “sangat respek” terhadap inisiatif tersebut, mengindikasikan bahwa Fakultas Vokasi Unhas sangat terbuka terhadap input dan kontribusi dari para praktisi di lapangan. Tanggapan positif ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga membuka jalan bagi skema kolaborasi yang lebih formal di masa depan, seperti program dosen tamu atau part-time teacher yang melibatkan para pengawas.
Suasana pertemuan yang interaktif dan informatif ini juga menyentuh hati para peserta. Seperti, H. Sabri seorang peserta dari Sinjai, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berkesempatan berkunjung langsung ke Fakultas Vokasi Unhas. “Sangat bahagia dapat berkunjung di tempat ini. Banyak informasi baru yang kami dapatkan, terutama mengenai jalur lanjutan bagi siswa-siswa kami di SMK,” ungkapnya. Dia menegaskan betapa berharganya kunjungan ini bagi mereka.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata, sebagai simbol dari komitmen untuk menjalin hubungan baik dan kolaborasi yang berkelanjutan. Kunjungan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi menjadi fondasi kuat bagi kerja sama strategis antara pengawas sekolah dan perguruan tinggi vokasi dalam membangun masa depan pendidikan vokasi yang lebih cerah di Indonesia. (Syaripuddin/Bah/*)
Tidak ada komentar