
Metromilenial online.com, Sulteng,MOROWALI – SIUMBATU, Masyarakat Desa Siumbatu yang tergabung dalam Front Perjuangan Ekonomi Siumbatu (FPES), pada Kamis (08/10/2026) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan kantor operasional PT. Oti Eya Abadi / PT. Tri Nusa Persada. Aksi ini merupakan pernyataan sikap dan luapan amarah masyarakat siumbatu atas belum terpenuhinya harapan terkait keadilan ekonomi bagi warga sekitar lokasi pertambangan.

Dalam aksi damai tersebut, FPES menyampaikan empat tuntutan utama kepada pihak perusahaan:
1. Transparansi informasi terkait daftar pekerjaan dan daftar rekanan/vendor yang bekerja di lingkungan perusahaan
2. Pembukaan ruang partisipasi yang setara bagi kontraktor lokal Desa Siumbatu dan wilayah sekitar
3. Penerapan mekanisme pemilihan rekanan yang jelas, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan
4. Peningkatan pelibatan tenaga kerja lokal serta pelaku usaha kecil menengah Desa Siumbatu dalam kegiatan operasional perusahaan
Selaku Koordinator Lapangan, Putra, menegaskan bahwa masyarakat tidak menutup pintu komunikasi, namun kesabaran warga mulai diuji.
“Kami berharap tuntutan ini segera direalisasikan dengan tindakan nyata. Jika dalam waktu yang wajar belum ada kejelasan dan jawaban yang memuaskan, maka kami terpaksa akan menutup dan menduduki kantor perusahaan ini sampai ada kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak,” tegas Putra di hadapan massa aksi.
Masyarakat menegaskan bahwa tuntutan ini juga sejalan dengan semangat Kepmen ESDM No. 365.K/MB.01/MEM.B/2026 yang mengatur pengutamaan perusahaan jasa yang berdomisili di kabupaten/kota sekitar lokasi tambang, serta larangan penunjukan afiliasi tanpa dasar yang sah.
FPES menyatakan tetap terbuka untuk berdialog dengan pihak perusahaan maupun pemerintah Kabupaten Morowali, demi solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi warga Desa Siumbatu.((Tim/”)
Tidak ada komentar