Pengalaman Magang di Taiwan Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang

waktu baca 3 menit
Kamis, 3 Sep 2026 05:29 0 1 Bahri Layya

Metromilenial online.Sidrap — Pengalaman mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjalani magang di Taiwan menjadi objek penelitian dalam ujian skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Penelitian tersebut dilakukan Jumriana melalui skripsi berjudul “Cross Cultural Communication Among English Department Interns of Muhammadiyah Sidenreng Rappang in Taiwanese Hotels”.
Ujian skripsi digelar di Ruangan Ujian FKIP UMS Rappang, Kamis (3/9/2026). Penelitian Jumriana membahas pengalaman komunikasi lintas budaya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris selama mengikuti program magang di sejumlah hotel di Taiwan.

Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa yang kini semakin banyak memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik maupun profesional di lingkungan internasional.
Melalui penelitian ini, pengalaman magang tidak hanya dilihat sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi dengan orang dari latar belakang budaya berbeda, serta memahami karakteristik komunikasi di dunia kerja internasional.
Dalam ujian tersebut, Dr. Muhammad Hanafi, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai Chairman Examiner. Sementara Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd. sebagai Secretary Examiner.

Adapun Syahrir L., S.Pd., M.Pd. dan IsumarnI, S.Pd., M.Pd. masing-masing bertindak sebagai pembimbing pertama dan kedua. Sedangkan Nurul Faradillah, S.Pd., M.Pd. sebagai Member Examiner.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan penelitian yang mengangkat pengalaman mahasiswa selama mengikuti program magang internasional memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi lulusan.

Menurutnya, pengalaman bekerja di lingkungan dengan latar belakang budaya berbeda dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka.
“Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam kemampuan berkomunikasi lintas budaya, beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional, serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja global,” kata Sam.
Dr. Sam menambahkan, pengalaman mahasiswa selama menjalani magang di Taiwan juga dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran dan penelitian bagi mahasiswa lainnya.

“Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris akan terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman akademik dan profesional yang lebih luas, termasuk melalui program magang internasional. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk menjadi lulusan yang kompeten, berkarakter, berdaya saing, dan mampu beradaptasi di tingkat internasional,” ujarnya.
Menurutnya, penelitian yang berangkat dari pengalaman langsung mahasiswa di dunia kerja dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan profesional.

Pelaksanaan ujian skripsi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya akademik di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang. Kegiatan ini diharapkan mendorong semakin banyak penelitian mahasiswa yang mengangkat isu aktual, inovatif, serta memiliki keterkaitan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja global.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *