
Metromilenial Online.com, Morowalo–
Jalur Seba-Seba yang menghubungkan wilayah Wawondula, Morowali, kian hari kian memanas. Pungutan liar yang dilakukan oknum di sepanjang jalan semakin meresahkan, bahkan menuai protes keras dari para sopir lintas batas yang melintas dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tengah,Jumat 14 Agustus 2026
Para pemilik palang pungutan berdalih berhak menarik uang karena mengaku memiliki tanah warisan nenek moyang di sepanjang jalan. Padahal, para sopir mengetahui jelas bahwa jalur tersebut sudah ada jauh sebelum kehadiran PT IMIP di Morowali. Jalan ini merupakan jalur alternatif yang dibangun oleh PT INCO, yang kini dikenal sebagai wilayah operasional PT Vale.
Tindakan pungutan liar ini dinilai sangat nekat dan membebani pengemudi. Salah seorang sopir rental yang berani menyampaikan keluh kesahnya tanpa rasa takut menegaskan, hingga saat ini belum ada penyelesaian jelas terkait praktik pungutan liar yang terus berlangsung.
“Jalan ini sudah ada sejak dulu, bukan tanah milik mereka. Tapi mereka seenaknya memungut biaya tanpa izin resmi. Kami setiap hari harus menanggung beban tambahan, padahal penghasilan kami pas-pasan,” ujar sopir tersebut.
Para sopir berharap pihak berwenang segera turun tangan dan menertibkan praktik pungutan liar ini agar tidak terus merugikan masyarakat yang melintas.(Sukamri/*)
Tidak ada komentar