Rektor UMS Rappang Ungkap Strategi Kampus Cetak Alumni Pencipta Lapangan Kerja

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 15:00 0 20 Bahri Layya

Metromilenial nline.com, SIDRAP — Workshop Bina Talenta yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) berlangsung sukses dan lancar. Workshop tersebut berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (11/8/2026). Kegiatan mengangkat tema “Digital Entrepreneurship University: Pendidikan Bukan Sekadar Syarat untuk Mencari Pekerjaan, Melainkan Juga Menciptakan Peluang Kerja.”

Kegiatan menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd. sebagai keynote speaker. Workshop juga menghadirkan dua pembicara yakni Direktur Pascasarjana Universitas Handayani Makassar sekaligus perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI,
Prof. Dr. H. Mashur Razak, S.E., M.M. dan Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Kegiatan tersebut dipandu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Rappang Dr. Erfina, S.Sos., M.Si.,
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta serta sivitas akademika dan mahasiswa UMS Rappang serta mahasiswa dari beberapa kampus lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Workshop Bina Talenta, khususnya kepada Anggota Komisi X DPR RI Drs. H. Muslimin Bando yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan di daerah.

Rektor juga menyinggung dukungan mantan Bupati Enrekang dua periode tersebut terhadap dunia pendidikan, salah satunya terhadap mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Untuk anak-anakku penerima KIP, salah satu yang memfasilitasi agar kalian mendapatkan KIP adalah Ayahanda Muslimin Bando. Kita beruntung hari ini beliau sendiri yang datang ke kampus,” ujarnya.
Menurut Prof. Jal, tema Workshop Bina Talenta sangat relevan dengan arah pengembangan UMS Rappang sebagai kampus yang mengusung konsep The Digital Entrepreneurship University.
Ia menegaskan pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada upaya mempersiapkan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Perguruan tinggi juga harus mampu membentuk talenta yang memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja.

“Temanya tepat sekali, bagaimana pendidikan bukan sekadar syarat untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang kerja,” jelasnya.
Prof.Jal juga menekankan pentingnya perguruan tinggi merancang proses pendidikan secara terarah (by design), bukan berjalan secara kebetulan (by accident) yang saat ini juga tengah dilakukan UMS Rappang.
“Sebagai pengelola perguruan tinggi, kita tidak boleh by accident, tetapi harus by design. Misalnya bagaimana menyusun kurikulum, metode pembelajaran, model pembelajaran, dan RPS yang benar-benar mampu menciptakan talenta muda yang dapat menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan UMS Rappang telah menetapkan indikator kinerja yang mendorong lulusan untuk memiliki jiwa kewirausahaan.
Melalui tracer study, kampus menargetkan proporsi alumni yang berwirausaha dapat mencapai lebih dari 50 persen pada periode lima tahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Di kampus ini salah satu IKU yang sudah kita tetapkan adalah melalui tracer study. Lima tahun setelah menjadi sarjana, targetnya lebih dari 50 persen alumni kita bergerak di bidang entrepreneurship,” ungkapnya.

Menurutnya, target tersebut sejalan dengan visi UMS Rappang untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya generasi muda di daerah.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *