
Metromilenial online com, SIDRAP – Program Tailor Made Training (TMT) Pelatihan Berbasis Kompetensi Recycling Specialist yang diselenggarakan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Kementerian
Ketenagakerjaan RI, bekerja sama dengan Yayasan Andi Tanri Toalala (TPS3R Sidrap) resmi ditutup di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Selasa (4/8/2026).
Penutupan pelatihan dipimpin langsung oleh Kasubbag Umum BPVP Pangkep, Ir. Akhmar, S.T., M.A.P. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Yayasan Andi Tanri Toalala, M. Yusrifai Yunus, M.Si., Ketua Tim Hilirisasi Riset UMS Rappang Assoc. Prof. Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., para instruktur, serta seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, M. Yusrifai Yunus mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BPVP Pangkep dan Yayasan Andi Tanri Toalala. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperkuat upaya penanganan sampah di Kabupaten Sidenreng Rappang.
“Kami sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan BPVP Pangkep. Semoga ke depan kerja sama ini dapat terus berlanjut, bahkan berkembang pada berbagai bidang vokasi lainnya,” ujarnya.
Ia menilai antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan menjadi modal penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu membantu pemerintah mengurangi, mengolah, dan memberikan nilai tambah terhadap sampah.
“Kami berharap akan ada angkatan berikutnya. Bahkan tidak hanya Recycling Specialist, tetapi juga pelatihan kejuruan lain seperti otomotif maupun bidang vokasi lainnya yang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.
Menurut Yusrifai, pengelolaan sampah tidak lagi sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi sektor yang memiliki nilai ekonomi.
“Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi produk yang memiliki harga jual. Karena itu, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Yayasan Andi Tanri Toalala akan terus memperkuat kolaborasi bersama UMS Rappang dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Program Hilirisasi Riset “Hilirisasi Tata Kelola Digital TPS3R Mitra Formasi Mallomo melalui Penguatan Model Rais-MR3 untuk Layanan Sampah Terjadwal”, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mengatakan kehadiran lulusan pelatihan akan menjadi solusi atas kebutuhan tenaga kerja terampil di TPS3R.
Menurutnya, TPS3R saat ini telah memiliki berbagai fasilitas dan mesin pengolahan sampah, namun belum seluruhnya dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan sumber daya manusia.
“Kehadiran peserta yang telah dibekali kompetensi ini diharapkan menjadi solusi sehingga berbagai peluang kerja sama yang selama ini belum bisa dijalankan dapat segera direalisasikan,” katanya.
Dr. Rais juga menjelaskan bahwa UMS Rappang bersama TPS3R tengah mengembangkan program hilirisasi riset yang didukung Kementerian Pendidikan melalui digitalisasi sistem pengelolaan sampah.
“Saat ini kami sedang mengembangkan aplikasi digital untuk tata kelola TPS3R. Jika implementasinya berhasil, model ini berpotensi menjadi percontohan pengelolaan TPS3R secara nasional, bukan hanya di Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap para lulusan pelatihan dapat terlibat langsung dalam mendukung pengembangan sistem tersebut sekaligus memperkuat operasional TPS3R.
Instruktur Pelatihan Recycling Specialist, Ali Topan, mengungkapkan bahwa membangun kepedulian terhadap lingkungan bukanlah pekerjaan yang mudah. Ia mengaku sempat menghadapi berbagai tantangan ketika mulai
berkecimpung dalam pengelolaan sampah.
“Awalnya banyak yang memandang sebelah mata pekerjaan ini. Namun seiring waktu kami membuktikan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selama pelatihan, kata Ali, peserta tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, tetapi juga diajak belajar langsung di lapangan dengan mengunjungi Bank Sampah Induk Kabupaten Sidenreng Rappang dan industri daur ulang plastik.
Peserta diperlihatkan secara langsung proses pengolahan sampah plastik hingga menjadi berbagai produk baru, seperti ember, tutup galon, dan berbagai produk rumah tangga lainnya.
“Saya berharap adik-adik tidak pernah malu bekerja di bidang pengelolaan sampah. Justru dari pekerjaan inilah banyak manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan sekaligus menjadi sumber penghasilan. Kelola sampahmu, maka Tuhan akan tersenyum kepadamu,” pesannya.
Sementara itu, Kasubbag Umum BPVP Pangkep, Ir. Akhmar, S.T., M.A.P., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat melalui skema Tailor Made Training (TMT).
Ia menjelaskan, pada tahun ini BPVP Pangkep melaksanakan dua program pelatihan di Kabupaten Sidenreng Rappang, yakni Pelatihan Recycling Specialist bekerja sama dengan Yayasan Andi Tanri Toalala serta Pelatihan Pembuatan Produk Unggas bersama Yayasan Formasi Mallomo.
“Harapan kami setelah mengikuti pelatihan ini, seluruh peserta mampu mengaplikasikan kompetensi yang diperoleh, baik untuk memasuki dunia kerja, dunia industri, maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujarnya.
Menurut Akhmar, pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui kewirausahaan berbasis kompetensi.
“Kami berharap seluruh ilmu yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan di tengah masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(*)
Tidak ada komentar