
Oleh: H.Irianto Amama mantan Ketua PWI Kab Maros
“Saya Wartawan”. Sebuah artikel yang saya tonjolkan. Bukan sekedar gagah-gagahan. Atau membusungkan dada sebagai simbol sebuah profesi yang dibanggakan. Itu dulu. Ketika para sesepuh wartawan era 60-an seperti: Rahman Arge, Djamaluddin Efendy, H. M. Alwi Hamu, Husni Djamaluddin, H. Syamsu Nur, Alex Wacano, Harun Rasyid Djibe, Sinansari Ecip, Andi Moein, dan Andi Syahrir Makuradde, H. Dahlan Abu Bakar, Abun Sanda, Mulawarman, Andi Suruji, Nasrullah Nara dan sesepuh pers lainnya yang kami tidak sempat sebutkan namanya, bagi saya mereka itu adalah pejuang kebenaran.
Dedengkot pers yang tak pernah ‘istirahat’ dalam mengkanvaskan buah pikiran lewat goresan penanya. Ini era 60-an. Kemudian berlanjut di era 70-an ada nama: Aidir Amin Daud, Hamid Awaluddin, Rudy Harahap, Tasman Banto, Bur Bella, H. Suwardi Thahir, Sukriansyah S. Latief, Andi Asmadi, Asdar Muis dan Faisal Syam, Nur Alim Djalil, Nina Yusmanizar dan Titiek Abdullah, A. Tenri Palallo, Umi Tjende, Farid Ma’ruf Ibrahim, Thamsil Thahir, H. Mapiar yang belakangan ini era 80 – an, adalah para wartawan idealis yang tetap teguh dalam prinsip mengungkap sebuah fakta demi keadilan.
Para sesepuh pers di era tahun 60 – an, 70 – an dan 80 an hingga 90 – an mereka berada di bawah bendera Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang telah berusia 80 tahun (9 Februari 1946 – 9 Februari 2026). Sebuah lembaga kewartawanan tertua di Indonesia. Para sesepuh pers inilah, baik senior dan yunior tetap berada di bawah bendera PWI.
Saya teringat di era Rahman Arge sebagai Ketua PWI Sulawesi Selatan (lupa tahunnya) menjelang akhir masa jabatannya pada masa pemerintahan, A. Zaenal Palaguna sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. . Ada 2 (dua) figur yang akan menggantikan posisi Rahman Arge, yakni Andi Syahrir Makkuradde (alm) dan H.M. Alwi Hamu (alm). Kedua kandidat ini adalah figur yang sangat layak untuk menahkodai PWI. Sepak terjangnya di dunia kewartawanan tidak diragukan lagi. Andi Syahrir Makkuradde adalah mantan wartawan TEMPO dan Alwi Hamu adalah CEO dari Media Fajar group. Singkat cerita setelah melalui lobi-lobi khusus tingkat tinggi, akhirnya Alwi Hamu dinobatkan sebagai Ketua PWI. Dalam proses penentuan pilihan apakah Syahrir Makkuradde atau Alwi Hamu sebagai ketua PWI semua berjalan lancar. Tidak ada lagi kubu- kubu-an atau kelompok tertentu.
Pendukung Syahrir maupun Alwi sepakat berada dalam payung PWI hingga gedung (Balai) wartawan yang berada di Jln Pasar Ikan (dulu) hingga pindah ke. AP. Pettarani. Semua sesepuh pers ini bekerja secara profesional dan berhasil membangun Gedung PWI yang pada akhirnya diambil alih oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan pada diri saya karena pada bulan Juni 2026 akan diadakan pemilihan calon Ketua PWI Sulawesi Selatan periode 2026 – 2031. Ada 2 nama calon Ketua PWI Sulsel:
Mari Memilih Figur Calon Ketua PWI Sulsel, Yang Memperhatikan Status KTA dan Mampu Membawa Lembaga Ini Menjadi Rumah Besar Bagi Seluruh Wartawan Indonesia https://metromilenial.online/2026/06/01/mari-memilih-figur-calon-ketua-pwi-sulsel-yang-memperhatikan-status-kta-dan-mampu-membawa-lembaga-ini-menjadi-rumah-besar-bagi-seluruh-wartawan-indonesia/
1.Amrullah Basri dan H.Abd Jurlan
2 Ir. H. Suwardi Thahir dan M Dahlan Abubakar
.
Mari kita memilih figur calon ketua yang betul – betul memperhatikan status keanggotaan PWI dan membawa lembaga ini menjadi rumah besar bagi seluruh wartawan Indonesia tanpa ada kubu -Kubuan.(*)
Tidak ada komentar