Metromilenial online com,
SIDRAP — Program Magister Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggelar seminar proposal penelitian mahasiswa. Kali ini, seminar diikuti Al-Yusran, aparatur sipil negara (ASN) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (DKPH) Bila, di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam seminar tersebut, Yusran mengangkat judul tesis “Manajemen Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Kabupaten Sidenreng Rappang”. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (21/4/2026).
Adapun tim penguji terdiri atas Prof Dr H Jamaluddin S Sos MSi sebagai ketua penguji, Prof Dr Nurjannah Nonci MSi sebagai sekretaris penguji, serta Dr Andi Nilwana SE MSi, Dr Ir H Muh Rais Rahmat Razak MSi, dan Dr Ahmad Mustanir MSi masing-masing sebagai penguji.
Usai seminar, Yusran tampak terharu setelah tim penguji menyatakan proposal tesisnya dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Meski memperoleh sejumlah catatan perbaikan, ia berhasil meraih nilai 91.
Dikonfirmasi seusai kegiatan, Yusran mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. Ia menyebutkan, masukan dari tim penguji akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan proposal penelitiannya.
“Alhamdulillah, seminar proposal hari ini telah kami selesaikan. Hasil seminar ini akan menjadi bahan perbaikan dan pengembangan penelitian kami ke depan,” ujar Yusran.
Ia menjelaskan, penelitian yang diangkat berfokus pada manajemen program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di Kabupaten Sidenreng Rappang, khususnya dari aspek pengelolaan.
Menurut dia, program RHL dipilih karena dinilai sangat penting dalam menekan laju kerusakan hutan di daerah tersebut.
“Kami akan meneliti aspek manajemen, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan. Selain itu, kami juga akan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program serta manfaat yang dihasilkan,” katanya.
Yusran meyakini, penerapan manajemen yang tepat akan berdampak positif terhadap keberhasilan program RHL dan masyarakat.
“Jika manajemen tidak berjalan dengan baik, program tersebut tentu tidak akan memberikan dampak optimal,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat memberikan kontribusi positif, khususnya dalam mendukung sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan.
Selain itu, Yusran juga menyinggung pengalaman mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dijalani selama satu tahun. Menurutnya, program tersebut sangat membantu ASN dalam melanjutkan pendidikan tanpa mengganggu pekerjaan.
“Program ini sangat bermanfaat karena memberikan fleksibilitas, baik melalui pembelajaran luring maupun daring, sehingga tetap bisa menyesuaikan dengan tugas sebagai ASN,” kata dia.
Tidak ada komentar