Ikuti Edaran Kemendikti, UMS Rappang Optimalkan PJJ dan LMS

waktu baca 3 menit
Selasa, 14 Apr 2026 04:54 0 46 Bahri Layya

Metromilenial online com, SIDRAP — Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tentang penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mulai menerapkan sistem work from home (WFH) yang dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara proporsional.
Kebijakan tersebut diterapkan selama tiga hari dalam sepekan, yakni setiap Kamis hingga Sabtu.
Sebagai penunjang PJJ, UMS Rappang telah memilki fasilitas khusu milik UMS Rappang yakni Learning Management System (LMS) yang dapat diakses dosen dan mahasiswa. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform tersebut, pihak kampus menggelar kegiatan penyegaran dan peningkatan kompetensi dosen terkait pembelajaran daring berbasis OpenLearning.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) di lantai 3 Gedung Rektorat dan diikuti oleh dosen dari seluruh program studi. Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., serta dihadiri jajaran pimpinan, mulai dari Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV.
Dalam sambutannya, Rektor yang akrab disapa Prof. Jamaluddin menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak lagi harus bergantung pada kehadiran fisik di ruang kelas.
“Kita harus mengubah mindset. Proses pembelajaran bisa berjalan di mana saja, tidak harus selalu di kampus,” ujarnya.
Menurut dia, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan platform digital yang telah disediakan.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat undangan khusus dari Google untuk mempelajari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, termasuk penggunaan kecerdasan buatan seperti Gemini.
“Kita harus siap menghadapi perubahan. Teknologi seperti Google dan berbagai platform digital sudah sangat lengkap untuk mendukung pembelajaran,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Jamaluddin menekankan pentingnya optimalisasi LMS yang selama ini telah dibiayai oleh kampus.
Ia menyebutkan bahwa sistem tersebut telah menyediakan berbagai fitur akademik, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), hingga portofolio mahasiswa.
“Kalau sudah dibayar tapi tidak digunakan, tentu sangat disayangkan. Padahal semua perangkat pembelajaran sudah tersedia di sistem,” ujarnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa LMS milik UMS Rappang, bukan sekadar memindahkan kelas ke platform konferensi video seperti Zoom.
“Kalau Zoom itu hanya memindahkan kelas ke laptop. Tapi LMS membuat pembelajaran menjadi lebih sistematis dan terstruktur,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait perubahan metode pembelajaran, mengingat masih adanya persepsi keliru mengenai hak layanan pendidikan yang dikaitkan dengan kehadiran fisik di kelas.
Menurut Prof. Jamaluddin, pemanfaatan teknologi digital justru menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing global perguruan tinggi.
“Kita ingin berdampak global. Platform seperti OpenLearning memungkinkan itu, sama halnya dengan publikasi ilmiah yang terindeks internasional,” katanya.
Rektor juga mengajak seluruh dosen untuk tidak ragu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam mengatasi kendala bahasa, karena berbagai alat bantu digital kini telah tersedia.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *