Metromilenial onlne.cim,,Sidrap–Kehangatan silaturahmi begitu terasa di Aula Saromase, Kompleks SKPD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Kelurahan Batu Lappa Kecamatan Watang Pulu, Selasa (31/3/2026).
Di lokasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Pondok Pesantren DDI Mangkoso menyelenggarakan Halalbihalal Gabungan yang mempertemukan para santri asal wilayah Ajatappareng, Sawerigading, dan Toraja.
Kegiatan dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Organisasi Daerah Asal Santri Gabungan Santri Ajatappareng, Sawerigading, dan Toraja Masa Bakti 2026-2027. Acara ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan akhlak santri dalam menyongsong masa depan.
Bupati Sidrap Syahruddin Alrif yang merupakan alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso, memberikan sambutan yang membakar semangat para santri. Ia menekankan, latar belakang pesantren adalah modal kuat untuk menjadi pemimpin bangsa.
“Santri itu bukan hanya dia naik targetnya menjadi ulama atau menjadi tahfidz atau menjadi dai atau menjadi dosen atau menjadi pegawai kementerian agama, tapi jadi santri itu bisa juga jadi pemimpin dan bisa menjadi bupati,” tegas Syahruddin.
Ia pun berbagi kisah pribadinya. Meski sempat bercita-cita melanjutkan studi ke Kairo, takdir membawanya ke jalur kepemimpinan melalui organisasi. Syahruddin tercatat aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, hingga menjadi Sekjen Pemuda Indonesia sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Bupati Sidrap.
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Bupati Syahruddin mengungkapkan rahasia keberhasilannya memimpin Sidrap, yakni melalui sinergi antara umaro (pemerintah), ulama (pemuka agama), dan agnia (dermawan).
“Semua keputusan yang saya ambil harus ada ulama dulu memutuskan dan para guru pesantren,” jelasnya.
Sinergi ini terbukti nyata dalam capaian ekonomi daerah. Dalam setahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap melonjak dari 4 persen menjadi 7,1 persen, yang menjadikan Sidrap sebagai juara satu di Sulawesi Selatan.
Bupati juga memaparkan target besar untuk menjadikan Sidrap sebagai lumbung nasional di berbagai sektor. Tidak hanya lumbung beras, telur, dan energi terbarukan, tetapi juga menjadi lumbung penghafal Al-Qur’an dan ulama di Indonesia.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemda Sidrap berkomitmen memperkuat 18 pondok pesantren dan 198 pondok tahfiz Al-Qur’an. Indikator keberhasilan nilai-nilai religius di Sidrap juga terlihat dari total infak dan sedekah masjid selama Ramadan tahun ini yang mencapai Rp16 miliar.
Selain itu, program “Sidrap Berkah” terus dijalankan secara konsisten setiap malam Jumat melalui kegiatan yasinan dan pengajian di 680 masjid di seluruh pelosok Sidrap.
“Adik-adik semuanya harus optimis, pelajar hari ini Insya Allah akan jadi pemimpin di masa yang akan datang,” tutup Bupati.
Hadir dalam acara tersebut Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Prof Faried Wadjedy sebagai pembawa tausiah, Kabag Kesra Syamsuddin, Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, Sekretaris Dinas Pendidikan Nurhidayah, Imam Masjid Agung Irwan Ali, perwakilan Kemenag, perwakilan Kementerian Haji, Danramil Maritengngae, serta tamu undangan lainnya.(Bah/*)
Tidak ada komentar