Metromilenial online.com, Sidrap–Sekitar sepekan yg lalu Bupati SAR mengumumkan Car Free Night (CFN) akan digelar di Kota Pangkajene. Tepatnya, di area Satuan Kantor Perangkat Daerah (SKPD) Kab. Sidrap yang juga menjadi tempat kerja Bupati SAR. Titik dan ruas jalan yang ditunjuk sebagai ruang CFN merupakan jalan utama-jalan beton yang baru saja selesai pengerjaannya.
Sekitar sepekan yang lalu Bupati SAR memikirkan pentingnya ruang publik dieksploitasi untuk keperluan yang berdampak secara positif. Itu sebabnya, CFN digelar untuk umum, Tudang Sipulung dibentangkan di Taman Kota Pangkajene-Monumen Ganggawa, di tempat yg sama juga dihelat Festival Tani Ternak 2026 dan sejumlah agenda yg berlangsung dalam kurung waktu sekitar dua pekan yang lalu.
Saat ini, refleksi terhadap sejumlah agenda Bupati SAR di atas bisa dibaca sebagai kegesitan menangkap positifisme di ruang publik. CFN diharapkan bisa menggeser aktifitas masyarakat ke ruang yang lebih positif, termasuk positifisme terhadap tumbuh kembangnya UMKM. Seluas mata memandang di sepanjang jalan lintasan SKPD itu hendaknya kedepan tetap ‘onfire’ dan produktif. Begitu juga terhadap Tudang Sipulung sebagai local genius-ruang rembug warga untuk melancarkan pertanian dan mencerahkan kehidupan kemasyarakatan. Demikian halnya dengan Festival Tani Ternak yg sukses digelar dg optimisme menggairahkan pertanian masyarakat dan menguatkan swasembada pangan nasional.
Saat ini, performa Pemerintahan SARkanaah dinilai positif dalam perspektif kepuasan publik dan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan memimpin di tingkat Sulsel. Perjalanan kepemimpinan SARkanaah masih panjang, tantangan dan dinamika masyarakat masih nampak. Setidaknya, terdapat delapan permasalahan pokok yang masih mengemuka.
Saat ini, pemerintahan SARkanaah semakin siap dan solid merumuskan kebijakan strategis dalam upayanya menghadapi dan mengoptimalisasi kualitas dan pertumbuhan ekonomi daerah sebagai permasalahan pokok pertama. Kedua, mengakselerasi secara tepat agenda penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat. Ketiga, memantapkan kinerja sumberdaya dan daya saing tenaga kerja dan partisipasi angkatan kerja. Keempat, peningkatan kualitas pembangunan manusia dan lingkungan hidup sebagai masalah urutan kelima.
Saat ini, pemerintahan SARkanaah harus semakin terencana, terukur dan ‘on the track’ menciptakan stabilitas keamanan, ketertiban umum serta kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai langkah keenam. Pada saat yg bersamaan agenda berupa penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik terus ditingkatkan sejalan dengan optimalisasi terhadap ketersediaan dan pemerataan infrastrktur daerah. Semoga.(Syamsuddin/Bah/*)
#SARomaseSidenrengRappang
Tidak ada komentar