Metromilenialonline.com, Enrekang-
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga membacakan Deklarasi Damai usai pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Senin (8/9/25). Hal ini terkait beberapa kejadian di berbagai Daerah termasuk Sulawesi Selatan akhir-akhir ini yang banyak memakan korban jiwa maupun korban harta benda.
Pemerintah Kabupaten Enrekang dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati bersama Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda menyerukan aksi damai salah satunya dengan ditandai penandatanganan deklarasi damai.
Berikut lima poin Deklarasi DamaiĀ Kabupaten Enrekang yang di Bacakan Yusuf Ritangnga:
1. Kami Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Enrekang akan menyerukan kesatuan, berkomitmen menjaga Enrekang sebagai rumah bersama dan mengedepankan nilai persatuan.
2. Menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, hoax serta tindakan kekerasan yang dapat memecah belah Masyarakat.
3. Mengutamakan musyawarah dan dialog dalam menghadapi perbedaan pandangan, komunikasi terbuka serta solusi damai sesuai dengan semangat demokrasi dan konstitusi.
4. Menjaga kondusifitas wilayah melalui penguatan koordinasi antara unsur Forkopimda dan Tokoh Agama, Masyarakat, Aktivis, Pemuda dan kampus.
5. Meneguhkan peran pemuda dan mahasiswa untuk menyuarakan gagasan solusional, kritis dan konstruktif demi masa depan Enrekang dan Indonesia yang lebih baik.
Deklarasi damai ini di dukung Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga, Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang La Tinro, Ketua DPRD Ikrar Eran Batu, Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf Augustiar Adinegoro, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, Kajari Enrekang Padeli, Ketua PN Enrekang, Kepala Pengadilan Agama, Kakan Kemenag Enrekang, Sekda Enrekang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda. (*)
Tidak ada komentar