Tradisi Pedang Pora Iringi Momen Haring Pelepasan Dandim 1419/Enrekang

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 11:13 0 63 Bahri Layya

Metromilenial online com, Enrekang — Nuansa haru dan kebersamaan terasa kuat dalam acara pelepasan Komandan Kodim 1419/Enrekang yang digelar di Markas Kodim 1419/Enrekang, Jl. Pahlawan No. 12, Talaga, Kelurahan Juppandang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Jumat (27/02/2016).

Tradisi Pedang Pora menjadi pengiring sakral dalam pergantian tongkat komando dari Letkol Inf Augustiar Adinegoro, S.Hub.Int., kepada pejabat baru, Letkol Inf Hendra Kusuma Wijaya, S.Sos., M.M.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh kehangatan sudah tampak. Komandan lama Letkol Inf Augustiar Adinegoro bersama Ketua Persit KCK Cabang XLIII Ny. Dina Augustiar menyampaikan sepatah kata perpisahan sekaligus pemberian cendera mata sebagai simbol penghargaan dan kenangan.

Jajaran prajurit berbaris rapi memberikan penghormatan, menghadirkan rasa bangga sekaligus suasana perpisahan yang tidak mudah. Langkah demi langkah prosesi berlangsung khidmat. Tradisi Pedang Pora bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus ikatan batin antara komandan, prajurit, dan satuan.

Pemasangan foto pejabat lama di dinding kehormatan menjadi penanda bahwa jejak pengabdian telah tertoreh dan akan selalu menjadi bagian dari sejarah satuan.

Dalam sambutan perpisahannya, Letkol Inf Augustiar Adinegoro menyampaikan pesan dengan suara bergetar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, serta keluarga besar Persit yang telah membantu pelaksanaan tugas, baik program dari komando atas maupun program pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa berbagai tantangan tugas yang diberikan pimpinan dapat dilaksanakan dengan baik berkat loyalitas, dedikasi, dan semangat seluruh anggota Kodim 1419/Enrekang.

“Hal-hal positif yang telah dilakukan agar dipertahankan dan ditingkatkan demi kemajuan satuan yang kita cintai dan banggakan,” pesannya.

Permohonan maaf juga disampaikan dengan tulus apabila selama masa kepemimpinan masih terdapat kekurangan. Ia pun memohon doa restu untuk melanjutkan tugas di satuan baru di Mabesad, serta berharap silaturahmi dan kebersamaan tetap terjalin hingga masa purna tugas.

Momen semakin emosional saat prosesi pelepasan digelar. Salam perpisahan, jabat tangan, dan tatapan hangat antar anggota menggambarkan kedekatan yang telah terbangun selama masa pengabdian.

Kesan dan pesan dari prajurit, PNS, dan Persit turut mewarnai acara dengan ungkapan rasa bangga dan terima kasih atas kepemimpinan yang penuh dedikasi.

Acara ditutup dengan sesi perpisahan penuh rasa kekeluargaan. Satu per satu anggota memberikan penghormatan terakhir, mengantar langkah pejabat lama dengan doa dan rasa bangga. Pergantian jabatan boleh terjadi, namun ikatan persaudaraan di dalam satuan tetap abadi.(Idu/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *